Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58772 suara dari 74835 suara
79%
Tidak: 16063 suara dari 74835 suara
21%

Lawan Radikalisme dengan Pancasila

12 Desember 2019 - 15:01

Bantul (12/12/2019) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X hadir dan turut serta mangayubagya Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir M.Si., yang dikukuhkan sebagai Guru Besar UMY, Kamis (12/12) di Sportorium UMY, Bantul, Yogyakarta. Kehadiran Wagub DIY ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan dari Pemda DIY tinggi terhadap pendidikan.

Pada pidato pengukuhan tersebut, Haedar menyampaikan, dalam kurun waktu terakhir Indonesia seakan dalam kondisi darurat radikal. Isu terkait banyaknya lembaga baik negara maupun swasta yang terpapar radikalisme semakin santer terdengar. Bahkan radikalisme pada agamapun menjadi salah satu isu yang paling sering tersengar.

“Pemerintah serta berbagai komponen bangsa harus berkomitmen menolak segala bentuk paham radikalisme yang bermuara pad akekerasan, makar dan merusak kehidupan manuasia dan lingkungan. Semua agama melarang tegas radikalisme,” papar Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menyampaikan bahwa radikalisme bukan masalah sederhana. Diperlukan pemahaman yang luas dan mendalam agar tidak salah menghadapinya karena radikalisme terjadi hampir disetiap aspek dan kelompok sosial.  

Bangsa Indonesia yang majemuk menemukan keutuhan pada Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Terkandung karakter dan kepibadian bangsa yang khas dan dinamis, termasuk dalam hubungan universalitas dunia. Identitas keindonesiaan tidak statis dan dogmatis dan terus berproses mendewasakan kepribadian masyarakatnya. “Hal tersebut menunjukan bahwa sebenarnya radikalisme dapat dilawan karena bukan kepribadian Indonesia. Pendewasaan kepribadian menjadi energi kolektif bagi kemajuan peradaban bangsa,” papar Haidar.

Rumah dan lingkungan menurut Haidar harus mampu menumbuhkan energi positif bagi Indonesia. Jangan sampai isu radikalisme menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bekal ajaran agama yang benar, berpegang teguh pada Pancasila serta lebih pandai menyaring informasi mampu menjadi benteng bagi gempuran radikalisme.

Hadir dalam acara tersebut, Wapres RI ke-12 Jusuf Kalla, jajaran menteri dan dirjen RI, para birokrat Indonesa, Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. beserta jajaran anggota Senat UMY, jajaran Rektor Universitas se-DIY, jajaran kepala OPD se-DIY, anggota Forkopimda serta tamu undangan. (uk)

Humas Pemda DIY