Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59399 suara dari 75625 suara
79%
Tidak: 16226 suara dari 75625 suara
21%

Kesadaran Kebangsaan dalam Menghadapi Tantangan Negara

20 Desember 2019 - 14:39

Yogyakarta (19/12/2019) jogjaprov.go.id – Masa lalu, masa perjuangan kemerdekaan, tentu berbeda tanggung jawabnya. Dewasa ini, tentu bukan lagi pengorbanan jiwa, melainkan pengorbanan intelektual, pengorbanan kepemimpinan, perjuangan kerja keras dan inovasi bangsa ini.

Demikian disampaikan Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, saat menyampaikan orasi pada Malam Orasi Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX Tahun 2019 Peringatan Lustrum Ke-14 UGM bertempat di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Kamis (19/12) malam.

Bangsa Indonesia mempunyai tujuan yang sama, yakni memakmurkan dan memajukan bangsa. Dalam memajukan bangsa ini, warga Indonesia memiliki tanggung jawab masing-masing. Jusuf Kalla menyebutkan, para akademisi mempunyai tanggung jawab mencerdaskan generasi muda, meneliti, menyebarkan ilmu dan juga mendidik masyatakat sedangkan pemerintah  bertanggung jawab menjalankan pemerintahan yang baik.

“Bangsa ini bisa maju apabila kita semua bersatu dalam bekerja dan tentu dengan tanggung jawab yang banyak,” ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla pun memaparkan, setiap bangsa mempunyai tantangan untuk mencapai sebuah tujuan. Di dunia ini, terdapat tantangan umum yang mempunyai harapan perubahan dengan persaingan. Tanpa adanya sebuah keunggulan, persaingan di bidang apapun tidak bisa dimenangkan. Pemenang persaingan selalu yang terbaik dan tercepat.

“Apabila kita berbicara melihat ke negeri kita, maka tantangan-tantangannya menjadi bermacam-macam. Ada tantangan di bidang politik, ekonomi, ada tantangan di bidang sosial, ada tantangan di bidang hukum, ada tantangan di bidang ideologi dan keagamaan, seperti itu. Karena itulah maka semua orang harus sadar bahwa masing-masing mempunyai tanggung jawab kebangsaan untuk menjawab tantangan-tantangan ini,” paparnya.

Lebih lanjut Jusuf Kalla menambahkan, pada dasarnya, suatu kemakmuran hanya dapat diatasi apabila ada nilai tambah. Nilai tambah hanya dapat diatasi oleh teknologi dan teknologi hanya dapat diatasi dengan pendidikan yang baik.

“Jadi pada akhirnya pendidikan, universitas mempunyai peranan penting dalam menjawab tantangan-tantangan ini, untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan kemakmuran,” ungkap Jusuf Kalla.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan khususnya pada peringatan Lustrum UGM Tahun 2019, Rektor UGM telah menetapkan Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, sebagai Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX di bidang kemanusiaan atas dasar hasil keputusan Rapat Pleno Dewan Guru Besar UGM.

 “Tidak hanya soal Aceh, tetapi dalam Perjanjian Malino I tentang konflik Poso dan Ambon pada Malino II, peran JK sebagai ice-breaker yang elegan dan taktis, sangat terasa. Kesaksian Bapak Hamid Awaluddin yang selalu menyertai JK sebagai anggota Tim Perunding, yang juga hadir disini, dapat lebih meneguhkan perannya itu. Bagi Husein Abdullah, Juru Bicara Istana Wakil Presiden, JK adalah sosok dengan “deposito” jalan keluar spontan dari aneka persoalan. Barangkali itulah sikap dasar orang Bugis-Makassar yang terbiasa menyelesaikan persoalan secara kaku, pantang berubah, sebab siri’ memerlukan pemenuhan seketika,” papar Sri Sultan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. mengatakan, Universitas Gadjah Mada mengakui dan menjunjung tinggi jasa-jasa Alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX terhadap Negara dan bangsa Indonesia dalam mendorong pengembangan ilmu pengetauan, teknologi, seni, kebudayaan dan kemanusiaan khususnya bagi pendirian, pembinaan dan pengembangan UGM.

Sosok dan figur Alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang sederhana, dekat dengan rakyat, demokratis, berkharisma, dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara, dinilai harus menjadi teladan bagi masyarakat semua dan para generasi penerus bangsa.

Panut menambahkan, Universitas Gadjah Mada memandang Jusuf Kalla dalam menjalankan setiap tugas pengabdiannya telah meneladani sifat-sifat mulia Alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan memiliki jasa yang luar biasa berupa ide-ide dan tindakan nyata terkait dengan masalah politik, ekonomi, dan sosial yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan Negara.

“Atas nama Universitas Gadjah Mada kami mengucapkan selamat kepada Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla dan keluarga atas anugrah ini. Semoga anugrah ini terus meningkatkan pengabdian Bapak, kepada nusa dan bangsa walaupun saat ini sudah tidak menjabat di pemerintahan. Tetapi kami yakin Pak Jk terus berkarya, untuk bangsa dan Negara,” ucap Panut.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Hj. Mufidah Jusuf Kalla, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Rektor, serta para Ketua dan Sekretaris Majelis Wali Amanat, Senat Akademik dan Dewan Guru Besar UGM, beserta Ibu, Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA beserta Pengurus lainnya, serta anggota FORKOPIMDA DIY beserta Bupati/Walikota se-DIY. (Han)

Humas DIY