Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 17326 suara dari 24601 suara
70%
Tidak: 7275 suara dari 24601 suara
30%

Dialog Kebangsaan Gubernur DIY: Tingkatkan Prestasi, Kurangi Distorsi

14 Januari 2020 - 15:58

Sleman (14/01/2020) jogjaprov.go.id — “Saat membicarakan sebuah negara, maka keberagaman adalah keniscayaan yang seharusnya kita hargai dan kita syukuri.” Demikian ungkapan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyampaikan sambutan Gubernur DIY pada Dialog Kebangsaan “Merawat Persatuan, Menghargai Keberagaman”.

Pada agenda yang bertempat di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Yogyakarta pada Selasa (14/01) tersebut, Sri Sultan turut menyampaikan bahwa Bhinneka Tunggal Ika jangan hanya diakui sebagai mitos tetapi hendaknya dijadikan etos bangsa untuk merawat persatuan di tengah tarikan globalisasi.

“Kerja kita prestasi bangsa, menyiratkan makna bahwa kerja kita adalah prestasi bersama antar lintas agama, etnik dan golongan yang terakumulasi,” terang Sri Sultan. Di masa lalu, perbedaan bukanlah penghalang bagi para pejuang kemerdekaan untuk bersatu. Lebih lanjut, Sultan menambahkan Indonesia bukanlah hanya sekedar nama-nama atau gambar deretan pulau-pulau di atas peta dunia, tetapi sebuah kekuatan dahsyat yang disegani oleh bangsa-bangsa lainnya dengan penuh hormat.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD menyampaikan kembali amanat Pembukaan UUD 1945 bahwa dalam merajut persatuan ini pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Berbagai isu radikalisme yang akhir-akhir ini menjadi isu sentral di Republik Indonesia merupakan isu yang harus diberantas bersama dan sudah seharusnya sebagai warga negara turut bertanggung jawab untuk kelangsungan bangsa dan negara.

Selain Sri Sultan dan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, turut hadir pula sebagai narasumber pada acara tersebut K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus) selaku pendiri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin dan Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. selaku Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah dan dipandu oleh Dr. Revianto Budi Santosa selaku dosen dari UII.

Di akhir sambutan, Sri Sultan menegaskan bahwa toleransi dalam keberagaman tidak hanya menjadikan kehidupan lebih rukun dengan kepekaan akan hak-hak kewajiban individual sosial saja, tetapi juga sanggup melaksanakan rencana-rencana pembangunan dengan sesedikit mungkin distorsi, saling curiga, dan salah pengertian. (Hn)

Humas Pemda DIY