Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 17326 suara dari 24601 suara
70%
Tidak: 7275 suara dari 24601 suara
30%

OJK DIY Perlu Terus Mengedukasi Masyarakat

15 Januari 2020 - 13:43

Yogyakarta (15/01/2020) jogjaprov.go.id - Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY terus melakukan upaya edukasi bagi masyarakat. Hal ini diperlukan agar masyarakat bisa lebih paham dunia keuangan.

Harapan ini diungkapkan Sri Paduka saat menerima audiensi Kepala OJK DIY di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (15/01). Sri Paduka berkeinginan OJK DIY tidak cepat berpuas diri dengan segala prestasi yang telah diraih selama ini.

“OJK tentu punya tugas untuk terus mengedukasi masyarakat. Dan saya berharap upaya edukasi ini akan lebih fokus ke tingkat yang di bawah, utamanya kepada masyarakat yang dikatakan miskin tidak, kaya juga tidak,” ujar Sri Paduka.

Diungkapkan Sri Paduka, upaya mengedukasi masyarakat DIY tergolong mudah dibanding daerah lain. Ini karena luasan wilayah DIY yang terbilang kecil, didukung dengan kesadaran masyarakat akan informasi yang tinggi.

“Warga tentunya harus dibekali dengan pengetahuan. Apalagi masyarakat kami dapat dikatakan well educated,” imbuh Sri Paduka.

Dalam pertemuan ini, Kepala OJK DIY, Untung Nugroho pun mengungkapkan, dirinya akan segera dipindahtugaskan ke Palembang, Sumatera Selatan. Kedatangannya kali ini untuk melaporkan kinerja dan evaluasi OJK DIY yang sudah dilakukan selama ini.

“Untuk BPD DIY, saat ini dalam kondisi baik. Namun memang kami menyarankan agar BPD DIY mengurangi kredit untuk perhotelan. Ini karena ada beberapa kasus nasabah di bidang perhotelan yang kurang lancar,” ujarnya.

Untung pun mengungkapkan, dari hasil survei yang dilakukan OJK DIY, tingkat pemahaman masyarakat DIY terkait dunia keuangan relatif tinggi dibanding angka nasional. Tingkat pemahaman di tingkat nasional baru mencapai 38%, sedangkan DIY sudah mencapai 58%.

“Implementasi jasa keuangan di DIY pun lebih tinggi dibandingkan nasional, yakni 76%. Untuk nasional masih di angka 67%. Meski begitu, kami tetap akan berkomitmen meneruskan upaya mengedukasi masyarakat agar semakin paham,” imbuhnya. (Rt)

HUMAS DIY