Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 17740 suara dari 25286 suara
70%
Tidak: 7546 suara dari 25286 suara
30%

Didampingi Sri Sultan, Jokowi Pimpin Reboisasi di Merapi

14 Februari 2020 - 14:11

Magelang (14/02/2020) jogjaprov.go.id – Guna mendukung upaya reboisasi pasca erupsi Merapi 2010 silam, Presiden RI Joko Widodo menanam pohon bersama masyarakat, Jumat (14/02) di TNGM Jurang Jero, Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, sepasang burung Elang Jawa juga dilepaskan di area Jurang Jero guna mengembalikan ekosistem yang sempat terganggu.

Presiden Jokowi yang didampingi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut mengungkapkan, kawasan hutan Merapi ini masih memerlukan penanganan ekstra. Meskipun sudah menunjukan perkembangan yang baik, namun mengingat fungsinya, tentu perlu adanya pemaksimalan reboisasi guna menjaga ekosistem.  

“Kita ingin memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem, satwa, flora fauna, juga penanaman kembali, reboisasi, di kawasan-kawasan yang sering banjir dan juga terkena tanah longsor. Tadi saya sampaikan untuk menanam vetiver, tanam tanaman yang fungsi hijaunya ada juga fungsi ekonominya juga ada. Saya kira itu akan terus saya dorong," jelas Presiden jokowi.

Kawasan TN Gunung Merapi memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, misalnya jenis aves ada 162 jenis diantaranya elang jawa, dan elang brontok, serangga 128 jenis, reptil 17 jenis, dan mamalia 16 spesies seperti kijang, kucing hutan, lutung hitam, dan landak.

Disinggung alasan pelepasan Elang Jawa, Presiden menjelaskan, hal tersebut mampu menguatkan populasi satwa di Merapi. Ada 2 ekor Elang Jawa yang di lepaskan Presiden Jokowi. Selain itu, disiapkan juga 2 ekor Elang Brontok asal Yogyakarta yang tengah menjalani habituasi untuk kemudian dilepasliarkan di Merapi.

"Kawasan ini memiliki kemampuan untuk menampung 6 pasang sebetulnya, tapi yang dilepas hari ini hanya satu pasang elang jawa. Jika ada lagi elang nanti dilepaskan lagi. Yang dilepas tidak hanya elangnya saja, tetapi juga burung-burung yang kecil, sebagai pakan elang," kata Presiden Jokowi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc mengungkapkan,  konservasi lingkungan harus memiliki prinsip life support system. Prinsip tersebut mengatakan bahwa tidak boleh ada ekosistem yang dirusak, memelihara keanekaragaman hayati dan pemanfaatan hutan secraa lestari.

“Masyarakat punya ketergantungan kepada taman nasional termasuk di Merapi ini.  Seperti kata Presiden Jokowi, pembangunan kita harus sejalan sangat kuat dengan perlindungna lingkungan,” jelas Siti Nurbaya.

Gunung Merapi memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di kaki Merapi. Berdasarkan data dari TN Gunung Merapi, total nilai ekonomi bagi masyarakat 30 desa penyangga, senilai 59,48 Milyar, dengan rincian dari wisata 14,8 Milyar (24,9%), air 2,9 Milyar (4,9%), rumput 19,4 Milyar (32,6%), rencek 3,7 Milyar (6,2%), perdagangan kayu bakar 0,08 Milyar (0,1%), pembuatan arang 1,8 Milyar (3%), serta pasir dan batu 16,8 Milyar (28,2%).

Mengingat Merapi merupakan gunung api teraktif kedua di dunia, maka sudah sewajarnya banyak ahli geologi dan geomorfologi yang tertarik untuk melakukan penelitian. Daya tarik Merapi ini telah mejadi magnet khusus yang mampu menarik para ahli dari seluruh dunia berkumpul.

“Saya kira hal-hal menggali pengetahuan itu menjadi nilai yang lebih keren dari sekedar wisata yang memang sudah berkembang. Prinsipnya harus berfungsi baik untuk konservasi. Genetik tidak boleh hilang, dan tanahnya tidak boleh longsor,”  ujar Siti Nurbaya.

Pada kunjungan tersebut, Presiden Jokowi juga didampingi oleh Mensesneg Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya, dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljo. (uk)

Humas Pemda DIY