Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 65389 suara dari 83752 suara
78%
Tidak: 18363 suara dari 83752 suara
22%

Danais DIY, Sumber Dana Baru Penanggulangan COVID-19

11 Mei 2020 - 17:45

Yogyakarta (11/05/2020) jogjaprov.go.id - Pemda DIY menuturkan bahwa alokasi anggaran untuk penanggulangan COVID-19 DIY dapat menggunakan dana yang berasal dari Dana Keistimewaan DIY. Hal tersebut diungkapkan oleh Pimpinan Paniradya Kaistimewan Drs Benny Suharsono, M.Si. Benny menuturkan bahwa, “Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian RI No.35/PMK.07/2020, Dana Keistimewaan bisa digunakan untuk menanggulangi COVID-19 dan untuk pemberdayaan masyarakat. Menyusul nanti kami akan buatkan SE-nya," tegasnya. 

Benny melanjutkan bahwa pada tanggal 13 Maret, Paniradya sudah melayangkan surat kepada pemerintah pusat terkait dengan pelaporan administrasi penggunaan Danais termin pertama 2020. “Sebelum termin kedua bisa dicairkan, tentunya kami harus mengirimkan laporan administrasi termin pertama terlebih dahulu. Oleh karenanya, kami bersurat untuk mengirimkan pelaporan administrasinya. Lebih lanjut, kami selanjutnya tinggal menunggu verifikasi dari pusat,” jelas Benny.

Selanjutnya, dengan adanya ketegasan dari pemerintah terkait penggunaan Danais untuk COVID-19, Benny menuturkan pihaknya saat ini tengah melakukan penghitungan mengenai proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk dapat memfasilitasi pihak di DIY yang sesuai kriteria dan belum menerima bantuan. Demikian halnya, Paniradya masih berkoordinasi dengan DPKA DIY untuk menentukan alokasi anggaran yang masih tersedia sembari proses verifikasi dari pusat masih terus berjalan. Jadi pusat menunggu, untuk tahap termin kedua, berapa kira-kira dana yang dibutuhkan dan bagaimana proyeksi kebutuhannya," tukas Benny. 

“Kemudian, kami juga mendapat masukan dari ketenagakerjaan, dari kebudayaan, terkait cakupan masing-masing yang bisa menerima bantuan dari danais ini. Termasuk kepada para seniman dan budayawan di DIY yang terdampak COVID-19. Sejauh ini menurut data, jumlahnya ada sekitar 3.708 orang. Adapun besaran yang akan diterima adalah 600 ribu rupiah per bulan/orang dihitung mulai bulan Maret hingga Mei,” tuturnya.  

Adapun kebijakan tersebut sudah disosialisasikan pada Forum Keistimewaan yang digelar secara daring pada Senin (11/0) dan Selasa (12/05) pkl 09.00 WIB. Acara yang dikoordinasikan oleh Paniradya Kaistimewan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji dan diikuti oleh seratusan peserta perwakilan dari Kraton Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, OPD Pemda DIY, OPD Pemerintah Kabupaten/Kota, akademisi dan kelompok-kelompok masyarakat.

Selain membahas mengenai alokasi Danais untuk kepentingan penanganan COVID-19, inti dari forum tersebut adalah pembahasan mengenai program dan kegiatan untuk dua tahun ke depan, yakni tahun 2022. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang substansinya membahas rencana tahun n+1. Pembahasan tersebut justru mengembalikan marwah perencanaan dana keistimewaan sesuai regulasi yakni pembahasan untuk n+2.

Dengan mengembalikan pada rencana n+2, diharapkan masukan-masukan penting dari para pemangku kepentingan bisa diakomodir oleh Pemda DIY, sehingga perencanaan urusan keistimewaan menjadi lebih partisipatif dan berkualitas. Agenda Forum juga didesain lebih panjang yang terbagi dalam forum kewilayahan dan forum per urusan, agar pembahasan dan penyampaian usulan menjadi lebih terfokus. [vin]

 

HUMAS DIY