Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58347 suara dari 74343 suara
78%
Tidak: 15996 suara dari 74343 suara
22%

HARGANAS 2020: Gubernur DIY Ajak Dukung 3 Rumpun Program Bangga Kencana BKKBN

29 Juni 2020 - 16:46

Yogyakarta (29/06/2020) jogjaprov.go.id – Bertepatan dengan Hari Keluarga Berencana Nasional (Harganas) yakni Senin (29/06), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyelenggarakan Peringatan Virtual Harganas melalui video konferensi. Agenda tersebut diikuti Sultan yang didampingi Kepala BKKBN DIY Ukik Kusuma Kurniawan di Ruang Media Center, Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta. Ketua TP-PKK DIY serta para Bupati/Walikota se-DIY turut serta pada kesempatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sultan menyampaikan bahwa masyarakat seyogyanya jangan takut untuk ber-KB karena KB bukan hanya sekadar penggunaan kontrasepsi, namun perencanaan keluarga demi membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Sultan lantas menyampaikan lima isu strategis yang perlu mendapatkan dukungan komitmen politis dari para Bupati/Walikota se-DIY:

  1. Memerankan PLKB dalam pembangunan KB Nasional yang dijabarkan program aksi yang berkelanjutan.
  2. Dukungan stakeholders untuk kampanye peningkatan pendewasaan usia perkawinan dan menurunkan angka fertilitas remaja dengan mencegah perkawinan dini.
  3. Pemberdayaan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera dengan menyegarkan slogan: “Dua Anak Cukup”, agar terbentuk generasi penerus yang tangguh.
  4. Untuk menambah peserta KB baru perlu diimbangi pembiayaannya.
  5. Perlu strategi yang “tepat-pandemi”, dengan menggunakan momentum pandemi untuk edukasi KB sebagai gaya hidup hemat.

Saat ditemui seusai acara, Ukik menjelaskan bahwa Sultan telah menegaskan pentingnya komitmen dukungan bagi program BKKBN yakni Bangga Kencana.  “Tiga rumpun dari program Bangga Kencana tersebut adalah rumpun ketahanan keluarga, kependudukan, dan KB. Dhawuh yang diberikan adalah Pemerintah Kabupaten/Kota hendaknya mendukung dan berkomitmen memfasilitasi anggaran yang diperlukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pada rumpun kependudukan, yang dibahas adalah penataan kebijakan dan pencapaian bonus demografi. “Selain itu, pada RPDMJ, anggaran kependudukan sudah dicantumkan. Jadi setiap lima tahun, kita sudah bisa memantau. TFR atau Total Fertility Rate untuk DIY mendekati replacement level yakni 2,2 persen, dimana standar idealnya adalah 2,1 persen. Sedangkan untuk NRR atau Net Reproductive Rate, nilai DIY ada di angka 0,9 persen, nasional sendiri ada di angka 1 persen. Angka ini semakin rendah semakin baik. Ini menunjukkan bahwa rumpun kependudukan DIY baik,” tuturnya.

Ukik menambahkan untuk rumpun KB, DIY masih dinilai memiliki capaian yang aman. “Yang menjadi kekhawatiran, terutama saat pandemi ini, masyarakat DIY menjadi takut untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan. Namun ternyata, pada periode Januari hingga Mei 2020, capaian peserta baru KB DIY hanya turun 10-12% dan masih tergolong dalam posisi aman. Jika dibandingkan, provinsi lain angkanya lebih drastis, ada pula yang sampai 30-50 persen,” jelas Ukik.

Bagi peserta KB aktif, atau yang sebelumnya sudah ber-KB dan tidak drop out, Jogja masih dikatakan stabil yakni 0.08 persen. Ukik berujar, “Jumlah tersebut sesuai dengan kebijakan nasional, bahwa peserta KB aktif jumlahnya tidak boleh turun. “Untuk memantau seberapa banyak akseptor, kita harus membina kesertaannya, jangan sampai drop out. Kader dasawisma, kader KB dan yang terkait harus meningkatkan pembinaan kepada akseptor.”

Untuk rumpun yang terakhir yakni ketahanan keluarga, Ukik memberikan paparan bahwa DIY juga mendapat target untuk menggarap stunting. “Stunting ini adalah masalah nasional, semua provinsi mengalami itu, dan kita berkonsentrasi di tiga kabupaten yaitu Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul,” jelas Ukik.

Selanjutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah sosialisasi 1000 HPK atau Hari Pertama Kehidupan. “Peran-peran dari kader dan kelompok kegiatan keluarga balita dan bina lansia akan digiatkan. Lansia ini sendiri juga menjadi garapan DIY mengingat proporsi lansia DIY tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 14,5% dibandingkan dengan total proporsi penduduk DIY," tutup Ukik. [vin]

 

HUMAS PEMDA DIY