Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58842 suara dari 74929 suara
79%
Tidak: 16087 suara dari 74929 suara
21%

Dua Inovasi DIY Lolos Menuju Terbaik

06 Juli 2020 - 15:08

Yogyakarta (06/07/2020) jogjaprov.go.id – Bersaing dengan 2126 proposal se - Indonesia pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kemenpan-RB, Jogja Belajar Class lolos menuju 5 besar KIPP kategori umum. Selain itu, untuk kategori khusus, Inovasi Jogja Plan milik Pemda DIY berhasil masuk menuju 3 terbaik setelah bersaing dengan 91 proposal.   

Paparan inovasi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada Tim Panel Independen KIPP, Senin (06/07) di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut Sri Sultan didampingi oleh Sekda DIY Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji dan Kepala Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan DIY, Ir. Edy Wahyudi, M.Pd., Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo, S.H. dan Kepala Biro Organisasi, Drs YB. Jarot Budi Harjo.

Jogja Belajar Class menurut Sri Sultan adalah sebuah layanan kelas maya sebagai bagian dari portal Jogja Belajar yang dirancang agar pembelajaran konvensional dapat dengan mudah dilaksankan secara daring. Aplikasi ini diluncurkan guna menghapus kesenjangan digital di dunia pendidikan, pemerataan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, pemerataan materi kualitas pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Aplikasi ini juga memiliki tujuan untuk pendidik dan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Keunikan inovasi ini adalah dirancang secara khusus berdasarkan kebutuhan guru dan siswa, transformasi kelas sosial ke online, tidak rumit, mudah dipahami dan sederhana, guru dan siswa terhubung NSPN, orang tua dan siswa terhubung NSPN dan tidak berbayar. Melalui aplikasi ini, orang tua siswa juga bisa mengontrol langsung hasil belajar sang anak.

Dengan berbagai keunggulan dan kemudahan, saat ini Aplikasi Jogja Belajar Class masuk dalam 99 besar KIPP. Kemudian, akan berjuang untuk bisa masuk dalam lima besar inovasi publik se-Indonesia.  

“Jogja Belajar itu masuk 99 terbaik menuju 5 terbaik. Dari 99 inovasi yang lolos di Indonesia nanti akan berjuang menjadi 5 terbaik. Nah ini yang sedang kita upayakan. Program ini sangat baik dan mendukung pembelajaran siswa, terutama pada masa pandemi seperti ini. Dan saya kira bisa terus diaplikasikan,” jelas Sri Sultan.

Sementara itu untuk program Jogja Plan, Sri Sultan memaparkan, Jogjaplan di gunakan untuk memujudkan  perencanaan yang ordinate. Jogjaplan merupakan alat bantu yang digunakan untuk membantu Pemda DIY untuk menciptakan institusi publik yang lebih efektif dan akuntable dalam menyediakan akses atas informasi perencanaan pembangunan. Aplikasi ini dikembangkan guna mendukung automasi dan menghindari kesalahan input data manual serta memfasilitasi keterbukaan informasi.

Selain itu, Jogjaplan digunakan pula untuk memastikan perencanaan secara partisipasif dan disiplin sesuai dengan visi misi Pemda DIY, melalui implementasi logical framework, cascading, dan indikator yang membatasi adanya penyimpangan perencanaan yang dapat menimbulkan resiko pidana korupsi terhadap APBD.

Inovasi ini diinisiasi sejak tahun 2010 dan dikembangkan sampai sekarang. Akses ini dikembangkan sebagia quick response dinamika masyarakat. Bahkan, sudah ada pergub yang mendukung, yaitu Pergub No. 36 Tahun 2013 dan Pergub No. 94 Tahun 2016. Pihak yang bisa mengakses adalah unsur masyarakat, OPD Pemda DIY, Kabupaten/kota, DPRD dan swasta.

“Jogjaplan 5 tahun yang lalu pernah kita presentasikan di Kemenpan, nah sekarang kita diminta untuk presentasi lagi karena ada kualifikasi kreatifitas khusus. Saat ini sudah ditahap 15 Sinovik yang lolos. Awalnya dari posisi 99, kemudian turun jadi 45, kemudian jadi 15. Nah sekarang presentasi untuk menjadi 3 terbaik. Tadi kita paparkan kreativitas baru serta tambahan lain di Jogjaplan,” ungkap Sri Sultan.

Inovasi-inovasi ini lahir berdasarkan pada perkembangan IT yang terus maju. Berbagai persoalan menjadi terjawab dengan perkembangan IT yang memang memaksa untuk melahirkan inovasi agar memudahkan seseorang untuk berkembang.  “Dengan adanya Covid – 19, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa IT jadi pilihan strategis,  tidak hanya mengenai pembelajaran dan pembangunan, namun bagaimana bisa melahirkan alternatif pembangunan komunikasi, kebijakan-kebijakan dan intesitas hubungan dengan pusat. Ini menjadi jawaban,” imbuh Sri Sultan.

Saat ini Jogjaplan telah direplikasi oleh sedikitnya 21 daerah di Indonesia. Sementara 34 provinsi di Indonesia serta 227 pemkab/pemkot telah melihat dan mengamati cara kerja sistem ini. Sedangkan 10 kementerian dan lembaga pemerintah pusat telah melakukan studi komparasi.

“DIY terbuka untuk membantu bagi daerah manapun yang ingin melakukan replikasi. Masalah utama biasanya adalah SDM, maka itu yang ingin replikasi silahkan siapkan SDM. Daerah harus proaktif, tidak bisa hanya menunggu menemukan SDM yang bagus, karena SDM yang bagus harus kita bangun dan siapkan sendiri,” tutup Sri Sultan. (uk)

Humas Pemda DIY