Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58842 suara dari 74929 suara
79%
Tidak: 16087 suara dari 74929 suara
21%

Tingkatkan PDRB dengan Maksimalkan APBD

09 Juli 2020 - 15:21

Yogyakarta (09/07/2020) jogjaprov.go.id - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau agar kabupaten/kota bisa meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masing-masing. Peningkatan PDRB ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan APBD yang ada. 

“Pekerjaan kita saat ini bagaimana melakukan pembukaan perekonomian kembali dengan mengembangkan potensi ekonomi yang ada di masing-masing daerah. Apalagi dalam kondisi saat ini, tidak mungkin ada investasi hingga akhir tahun, sehingga bagaimana kita memaksimalkan APBD untuk meningkatkan PDRB,” ungkap Sri Sultan. 

Hal ini diungkapkan Sri Sultan dalam Rapat Persiapan Pemulihan Ekonomi Pasca CoViD-19 di DIY pada Kamis (09/07). Rapat yang diadakan di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta ini dihadiri pula oleh perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-DIY.

Menurut Gubernur DIY, tumbuh kembangnya kabupaten/kota di DIY akan tergantung dari pembelanjaan masyarakat dan juga arah APBD. Untuk itu dibutuhkan pula sinkronisasi arah pengembangan agar peningkatan PDRB bisa maksimal. Sri Sultan pun berharap kabupaten/kota bisa memaksimalkan penyerapan APBD.

“Saya harapannya penyerapan (APBD) bisa sampai 99%. Nanti realisasinya ya kalau bisa lebih dari 95%. Target kita pertumbuhan ekonomi bisa plus walaupun kecil, jangan sampai minus lagi,” imbuhnya.

Sri Sultan juga menyoroti pelaksanaan program perekonomian di kabupaten/kota yang belum terealisasi. Ia berharap semua program ekonomi bisa segera direalisasikan untuk mendukung daya beli masyarakat. Tentunya hal itu juga akan mempengaruhi PDRB.

“Saya berharap semua sektor yang mampu mendukung ekonomi bisa dibangkitkan, tentu dengan tetap mengutamakan faktor kesehatan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi DIY di 2020 dapat dikatakan meleset karena adanya pandemi CoViD-19 yang jusru mengakibatkan penurunan hingga angka minus. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi DIY di triwulan ketiga dan keempat di 2020 ini harus betul-betul dimaksimalkan.

“Untuk DIY, konsumsi rumah tangga punya peran paling besar persentasenya dalam pertumbuhan ekonomi. Setelah itu baru investasi, dilanjutkan dengan konsumsi pemerintah. Dan untuk triwulan ketiga dan keempat ini, kami berharap konsumsi pemerintah bisa digenjot untuk mengisi hilangnya peran investasi dan konsumsi rumah tangga yang macet,” paparnya. 

Hilman menambahkan, diperlukan upaya ekstra di dua triwulan terakhir pada tahun ini. Dan untuk DIY, industri-industri yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lebih perlu diperhatikan. Misalnya saja industri pariwisata dan pendidikan.

“Kedua industri ini menjadi unggulan DIY, selain itu keduanya memiliki pelaku yang langsung menyasar pada konsumsi rumah tangga,” imbuhnya. Rapat ini juga dihadiri Kepala OJK DIY, Kepala BPK DIY, dan Kepala BPKP DIY. (Rt)

HUMAS DIY