Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58841 suara dari 74927 suara
79%
Tidak: 16086 suara dari 74927 suara
21%

UNY Anugerahkan Dr. (H.C) pada Mendes PDTT RI

11 Juli 2020 - 22:43

Sleman (11/07/2020) jogjaprov.go.id – Sekda DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, menghadiri acara penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari UNY kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd. Kehadiran Sekda DIY, Sabtu (11/07) di Auditorium UNY, Kampus UNY, Sleman tersebut disambut langsung oleh jajaran Petinggi, Guru Besar dan Anggota Senat UNY. 

Penganugerahan gelar Dr. (H.C) dalam bidang manajemen pemberdayaan masyarakat tersebut diberikan sebagai pengakuan akademik dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) atas peran Menteri Halim. Pengamatan terhadap kinerja Menteri Halim menurut Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Hasil pengamatan ini telah mencapai kesimpulan bahwa Menteri Halim yang kebetulan juga alumni UNY ini layak dianugerahi gelar Dr. (H.C) oleh UNY.

“Praksis penerapan pendidikan untuk pembangunan, layaknya sudah dilakukan Menteri Desa PDTT ini, harus terus dikuatkan, ditularkan, dan senantiasa dikembangkan sehingga bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat khususnya pedesaan,” ujar Sutrisna.

Lebih lanjut Sutrisna mengungkapkan, Menteri Halim merupakan sosok humanis dan religius. Dirinya mampu menghadirkan pendidikan dalam peran sosialnya untuk pemberdayaan masyarakat, membangun dan memajukan desa. Rektor UNY ini berharap pengakuan akademik ini menjadi amanah Mendes PDTT terus berdedikasi dan berkomitmen dalam pengembangan masyarakat berbasis pendidikan yang unggul. Selain itu mampu meningkatkan ilmu manajemen pengembangan masyarakat dengan lebih luas, melibatkan multi disiplin dan komponen pemerintahan, serta terus berkembang dan relevan untuk pembangunan masyarakat pedesaan.

Dalam orasi ilmiahnya, Promovendus menyampaikan, banyak permasalahan di desa yang harus diurai benang kusutnya. Pemberdayaan desa dan masyarakatnya tentu bukan perkara sepele mengingat banyak generasi muda yang tergoda untuk urbanisasi ke kota. Untuk itu, Menteri Halim mengungkapkan, pendidikan akan menjadi kunci awal keberhasilan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakatnya.

“Saya yakin pendidikan ibarat eskalator sosial. Semakin tinggi akses seseorang terhadap pendidikan, semakin luas pula kesempatannya untuk naik kelas secara sosial maupun ekonomi. Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa, dan fokus utama pembangunan desa adalah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia desa serta pembangunan ekonomi warga desa,” papar Menteri Halim.

Menteri Halim menyampaikan, tidak hanya sektor pendidikan yang menurutnya menjadi kunci, namun juga kesehatan dan penguatan ekonomi masyarakat. Menteri Halim telah bertekad membuka jalan pengembangan ekonomi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, melalui pendampingan serta bantuan modal dari pemerintah. Melalui skema hibah pemerintah daerah, dirinya terus mengupayakan bantuan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kelompok masyarakat, maupun lembaga-lembaga ekonomi desa dan pondok pesantren, baik bantuan modal, pendampingan manajemen, serta bantuan teknologi tepat guna.

Saat ini Menteri Halim sedang mengubah paradigma internal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Perubahan tersebut melalui orientasi kerja rutin birokrasi menggantikan orientasi keproyekan. Kemudian penguasaan pengetahuan desa secara detail, menggantikan pandangan yang bersifat umum atas desa. Kemudian yang terakhir berhubungan langsung ke desa, menggantikan hubungan berjenjang dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa.

“Hubungan langsung pusat dan desa terwujud melalui konferensi video, komunikasi timbal balik melalui media sosial, hingga kunjungan lapangan. Di masa depan, disusun desk-desk wilayah yang selalu berkomunikasi dengan desa-desa di wilayahnya setiap hari,” jelas Menteri Halim.

Acara tersebut turut pula dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Kepala BKKBN Pusat, DPR RI, Forkopimda DIY, Bupati se-Jawa Timur, DPRD Jatim, Para Kyai dan Nyai, Jajaran Senat UNY, Seluruh Civitas Akademika UNY dan tamu undangan. Penyelenggaraan acara tetap dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid -19. Pengecekan suhu tubuh, cuci tangan sebelum masuk ruangan, menggunakan masker dan physical distancing tetap dilaksanakan dengan ketat dan disiplin. (uk)/foto:humas UNY

Humas Pemda DIY