Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 58764 suara dari 74823 suara
79%
Tidak: 16059 suara dari 74823 suara
21%

Kompetisi Liga 1 Digelar Tanpa Penonton

29 Juli 2020 - 11:09

Yogyakarta (29/07/2020) jogjaprov.go.id – DIY akan menjadi pusat Kompetisi Liga 1 yang sempat terhenti karena Pandemi Covid – 19 di Indonesia. Dipilihnya DIY sebagai tempat penyelenggaraan adalah karena paling strategis, kondusif, serta representatif.

Terkait dengan hal tersebut, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan audiensi dengan Sekda DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, Rabu (29/07) di Kantor Sekda DIY, Gandhok Kiwo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pertemuan tersebut dilakukan guna memaparkan terkait kelanjutan kompetisi yang akan digelar di DIY 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021 mendatang.

Sekda DIY mengungkapkan, pada prinsipnya dirinya beserta jajaran Pemda DIY akan memberikan support penuh terhadap event ini. Namun ada catatan penting yaitu, mengingat kondisi belum bisa dipastikan, sehingga perlu komunikasi instensif. Apabila Oktober nanti belum kondusif maka pihaknya perlu mengkaji ulang kompetisi ini.

“Kita dukung, tapi tetap kita sampaikan bahwa kondisi Oktober kita belum tahu. Kalau kondisinya tidak memungkinkan ya kita tidak berani juga. Untuk itu perlu kita lakukan komunikasi yang intensif dengan pihak LIB. Kalau belum kondisif ya kita harapkan tidak. Jadi kita pada prinsipnya mengizinkan dan mendukung, tapi dengan catatan itu tadi,” jelas Aji.

Apabila terselenggara, Aji berharap tidak akan ada penambahan kasus Covid–19. Untuk itu, protokol kesehatan harus ketat diterapkan dan harus pula rutin diadakan swab untuk pemain dan official. Selain itu, Aji juga meminta untuk acara disiarkan secara daring agar memudahkan suporter menonton tim kesayangannya berlaga. Hal ini karena Aji tidak menghendaki adanya penonton langsung di venue pada saat pertandingan.

Yarno, Direktur Operasional PT. LIB, mengungkapkan, nantinya ada 6 klub yang akan berkompetisi di DIY. Mereka adalah Persiraja, Persipura, Borneo Fc, Bali United, Barito Fc dan PSCM Makasar. Nantinya menurut Yarno, ada dua venue yang akan pergunakan, yaitu Stadion Maguwoharjo, Sleman dan Stadion Sultan Agung, Bantul. Keduanya dipilih karena dinilai lebih dari representatif dan sudah diverifikasi. “Tim kita sudah lihat, secara umum venue oke. Hanya tinggal pemeliharaan rumput saja, tapi itu bukan masalah. Semua sudah oke, termasuk tempat untuk mereka (peserta) latihan,” jelas Yarno.

Berkenaan dengan kesehatan, rentang waktu kompetisi yang tidak lama membuat PT. LIB bekerja keras meminimalisir risiko cedera para atlet. Nantinya, akan ada 4 hingga 5 hari off untuk digunakan recovery para atlet. Selain itu, guna menghindari penularan Covid-19 jadwal pertandingan sudah disusun dengan sistematis. Nantinya  juga akan dilakukan tes usap (swab) tiap 14 hari sekali kepada semua yag terlibat dalam kegiatan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko. Pihaknya juga sudah mengkoordinasikan dengan Satgas Covid–19 Pusat untuk mendukung pencegahan penularan Covid–19. Selain itu, pertandingan juga nantinya akan digelar tanpa penonton.

“Sesuai arahan Pak Sekda, untuk mengantisipasi penggemar fanatik yang memaksa menonton atau yang nobar kita juga sudag berkoordinasi dengan Pak Kapolda (DIY) kemarin. Kita sudah sampaikan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi terkait suporter ini. Kita kerjasamakan ini dengan Polda DIY,” ungkap Yarno.

Yarno menjelaskan, melalui kompetisi ini, diharapkan bisa menjadi persiapan dan penyegaran pemain timnas yang diperiapkan untuk piala dunia. Juga agar kemampuan atlet lebih terasah. Selain itu pihaknya juga berharap akan mampu mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk bisa menjadi tuan rumah dikategori under-20. (uk)

Humas Pemda DIY