Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59398 suara dari 75624 suara
79%
Tidak: 16226 suara dari 75624 suara
21%

Pusat Siapkan Bansos Produktif untuk Pelaku UKM DIY

06 Agustus 2020 - 11:47

Yogyakarta (06/08/2020) jogjaprov.go.id – Guna menyiapkan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah menyiapkan program restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi pajak dan juga pembiayaan murah. Program-program ini disiapkan untuk Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia, termasuk DIY. 

Hal demikian disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Drs. Teten Masduki, pada peringatan Hari Koperasi dan UMKN 2020, Kamis (06/08). Acara tersebut digelar secara virtual dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Menteri Teten mengungkapkan, program-program ini disiapkan untuk membangkitkan lagi pemulihan ekonomi nasional melalui UMKM yang lesu karena Pandemi Covid – 19. UMKM menurut Menteri Teten adalah kunci pemulihan ekonomi nasional. Hal ini karena 99% pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM. Untuk itu, Menteri Teten sangat membutuhkan dukungan dari daerah, termasuk DIY.

“Kita perlu kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah untuk betul-betul memulihkan ekonomi UMKM. Paling tidak UMKM saat ini bisa mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran,” ungkap Menteri Teten.

Salah satu program yang akan diluncurkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM adalah Bantuan Sosial Produktif berupa modal hibah kerja, sebesar Rp 2.400.000,00. Bantuan ini akan diberikan kepada pelaku pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang selama ini belum bankable. Dana sebesar 28.8 T rupiah pun telah disiapkan dan akan diluncurkan pertengahan Agustus mendatang.  

“Kami berharap betul dukungan dari pemerintah daerah termasuk dari DIY untuk mendata pedagang-pedagang asongan, kaki lima yang tidak terdaftar di misalnya di BPPM. Karena yang sudah terdaftar di situ pasti sudah berbadan hukum. Kita tahu ada banyak saudara-saudara kita seperti bakul pasar, apa kuli di pasar, kuli angkut , pedagang kaki lima, asongan itu belum terdaftar. Nah ini kami butuh dukungan mudah-mudahan bisa ter-cover semua,” papar Menteri Teten.

Lebih lanjut, Menteri Teten juga mengungkapkan apresiais yang tinggi terhadap kinerka Pemda DIY atas inisiatifnya dalam memberdayakan UMKM. Menteri Teten yang juga telah meninjau langsung Pasar Bringharjo ini berharap kekuatan DIY untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional segera pulih. Menteri Teten juga berharap, DIY yang hidup dari sektor UMKM ini mampu menjadi salah satu penyokong kekuatan ekonomi negara melalui kebijakannya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, semangat kegotongroyongan sebagai modal sosial DIY, terbukti mampu menggerakkan K-UMKM untuk memahami literasi-digital. Hal ini terlihat ketika K-UMKM bersemangat mendaftarkan usahanya melalui market-hub Si Bakul-Jogja, untuk didata sekaligus dibantu pemasarannya secara on-line.

“Perubahan diperlukan oleh K-UMKM agar mampu bertahan dengan kreativitas untuk menjalankan bisnisnya dalam krisis yang rumit ini. Hanya mereka yang tangguh berinovasi melakukan transformasi, dari bisnis konvensional ke arah bisnis digital dan jeli melihat peluang pasar, akan menjadi K-UMKM yang memiliki daya-tahan dan daya-saing,” ungkap Sri Sultan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur DIY juga meminta Menteri Teten untuk berkenan memberikan sertifikat-merek, sertifikat-halal, dan sertifikat-PIRT secara simbolis kepada perwakilan K-UMKM, sekaligus menandai pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas K-UMKM dari total agenda pelatihan sebanyak 154 angkatan. Pelatihan ini dibiayai APBD DIY dari alokasi non-DAK dan DAK non-fisik, yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Harapan saya, lulusan pelatihan ini dapat melakukan transformasi usahanya secara kreatif, inovatif, serta memiliki jiwa entrepreneurship yang tangguh. Saya percaya, kehadiran Bapak Menteri mampu memberikan suntikan semangat baru bagi K-UMKM DIY untuk bangkit bersama,” tutup Sri Sultan. 

Acara tersebut turut pula dihadiri oleh Pejabat Eselon I Kementerian Koperasi dan UKM RI, Sekretaris Daerah DIY, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY,Ketua Umum KADIN DIY, Ketua Umum DEKOPINWIL DIY, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY dan OPD lainnya, serta Perwakilan Koperasi dan UMKM DIY. (uk)

Humas Pemda DIY