Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59398 suara dari 75624 suara
79%
Tidak: 16226 suara dari 75624 suara
21%

Paku Alam X Hadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan II Tahun 2020 DPRD DIY

06 Agustus 2020 - 13:05

YOGYAKARTA (06/08/2020)jogjaprov.go.id. – Dimasa pandemi Covid 19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)DIY meskipun secara Virtual dihadiri oleh Ketua-ketua Fraksi di DPRD DIY  dan unsur pimpinan menyelenggarakan Rapat Paripurna DPRD DIY  dengan  dua agenda Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD DIY Nuryadi.Spd, juga dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Sekretaris Daerah DIY Drs. Kadarmanta Baskara Aji, para Asisten Sekda dan Kepala OPD terkait.

Dua agenda Rapat Paripurna tersebut yaitu agenda pertama Tanggapan Gubernur DIY terhadap penjelasan DPRD DIY tentang Rancangan Peraturan Daerah usul prakarsa DPRD DIY mengenai Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa Nomor 11 Tahun 2020 dan Tata Kelola Keterbukaan Informasi Publik dalam Bahan Acara Nomor 12 Tahun 2020.

Agenda kedua Pemandangan umum Fraksi-fraksai di DPRD DIY terhadap Penghantaran Gubernur DIY  mengenai  Tata Kelola Penyelenggaraan Perpustakaan ke dalam Bahan Acara Nomor 13 Tahun 2020 dan Perubahan atas Perda DIY nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan  Berkelanjutan ke dalam Bahan Acara Nomor 14 Tahun 2020 untuk dapat dibahas dan ditindaklanjuti di DPRD DIY.

Menyangkut tanggapan/pendapat Gubernur DIY terkait dengan  dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan askara Jawa  dan Raperda  Tata Kelola Keterbukaan Informasi Publik dalam tanggapannya  antara lain mengatakan bahwa  Pemerintah Daerah DIY mendukung  pengajuan Raperda ini, karena  ini merupakan salah satu langkah eksistensi untuk mempertahankan kebudayaan Jawa  khususnya bahasa, sastra dan aksara Jawa di DIY dari perkembangan jaman yang bergerak dinamis yang menuju kepada modernisasi.

Dikatakan  Wakil Gubernur DIY bahwa Raperda ini tidak dapat dilepaskan dengan regulasi Keberadaan Keistimewaan DIY  diantaranya Perdais nomor 3 tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan. Karena dalam Perdais tersebut telah diatur   mengenai obyek  kebudayaan, meliputi  nilai-nilai  budaya, Pengetahuan Teknologi, bahasa dan adat istiadat , tradisi luhur  benda dan seni.

Dalam kesempatan tersebut Gubernurpun juga mempertanyakan  kepadaDPRDDIY bagaimana harmonisasi  muatan materi Raperda  dengan Perdais Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan.

Selain itu Gubernur DIY  menambahkan bahwa  dalam pasal  4  ayat  dalam Raperda  disebutkan bahwa bahasa Jawa  berkedudukan bahasa utama/resmi daerah , apa yang dimaksud  bahasa resmi daerah tersebut.  Agar Pemerintah DIY lebih mudah mengimplementasikan  Raperda menjadi perda ditengah-tengah masyarakat dalam kesempatan itu Gubernur masih  menyampaikan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan penjelasan  dari Dewan lebih lanjut.

Sementara itu dalam pandangan umum frakasi-fraksi di DPRD DIY  terkait tindak lanjut Bahan Acara Nomor 13 Tahun 2020 dan Perubahan atas Perda DIY nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan  Berkelanjutan ke dalam Bahan Acara Nomor 14 Tahun 2020 melalui juru bicara Fraksi di DPRD DIY  Yuni Satya Rahayu bahan-bahan pandangan Umum secara langsung  dari wakil Frakasi-frakasi di DPRD DIY diserahkan kepada Ketua DPRD DIY Nuryadi.Spd. untuk dapat segera dibahas untuk efisiensi waktu.

Rapat Pari Purna DPRD DIY yang dibuka oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi. Spd yang didampingi Pimpinan Dewan lainnya pukul 10.54 WIB diakhiri pada pukul 11.30 WIB.(krn)

HUMAS DIY