Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59398 suara dari 75624 suara
79%
Tidak: 16226 suara dari 75624 suara
21%

Inovasi Peran Dewan Kebudayaan DIY Ditunggu

11 Agustus 2020 - 14:33

Yogyakarta (11/08/2020) jogjaprov.go.id - Dengan dikukuhkannya Pengurus Dewan Kebudayaan DIY Masa Bhakti 2020-2022, inovasi peran lembaga yang ditetapkan oleh Gubernur DIY ini segera ditunggu. Ke depan, Dewan Kebudayaan diharapkan mampu berperan lebih sebagai pemelihara dan pengembang kebudayaan dengan mempersiapkan sistem kuratorial kebudayaan.

Hal ini diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya usai pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan DIY Masa Bhakti 2020-2022 pada Selasa (11/08). Bertempat di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Sri Sultan mengatakan, terdapat dua hal yang berkaitan dengan kebudayaan.

“Yaitu tentang Strategi Kebudayaan sebagai usaha survival and winning, dan Kebudayaan sebagai Pilar Ketiga Keistimewaan DIY. Artinya, dalam memelihara keberlanjutan budaya keistimewaan itu perlu usaha-usaha terencana-terpadu untuk penguatan ketahanan dan memenangkan prioritas pemajuan kebudayaan,” jelas Sri Sultan.

Sri Sultan pun mengatakan, kebudayaan harus dipahami wujudnya sebagai komplek nilai-nilai dan gagasan yang isinya meliputi seluruh hakikat kehidupan. Sri Sultan pun melarang adanya penyempitan makna kebudayaan hanya dalam arti seni saja dan hanya diterima sebagai sekadar pewarisan.

“Sebab jika demikian, akan hilanglah watak dinamis yang menjadi substansi kebudayaan itu sendiri. Dalam konteks itu, saya banyak berharap adanya sinergi tiga unsur dalam struktur dan personalia Dewan Kebudayaan ini,” imbuh Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, representasi Kraton dan Kadipaten memicu inspirasi konsep budaya keistimewaan Yogyakarta dan Kaprajan melakukan institusionalisasi policy pemajuannya. Sedangkan Kampus dalam arti cendekiawan, mengisinya dengan imajinasi pemikiran visioner, serta masyarakat Kampung sebagai pelakunya, mengaktualisasi dalam sikap dan perilakunya, sekaligus memberikan feedback kritis-konstruktif pelaksanaannya.

“Diharapkan, ketiga unsur dalam Dewan Kebudayaan berinteraksi sinergis dan konvergen dalam program dan kegiatannya. Dengan demikian akan terjadi proses pelipatan energi yang menghasilkan output ketahanan dan pemajuan budaya keistimewaan. Dengan dukungan Danais, akan berdampak outcome, yang sejatinya menjadi tujuan Keistimewaan DIY,” jelas Sri Sultan.

Dewan Kebudayaan adalah lembaga yang bertugas memberikan rekomendasi kepada Gubernur dalam hal kebijakan Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan DIY. Dewan Kebudayaan juga merupakan amanat penting Perdais Nomor 3 Tahun 2017.

Dalam amanat tersebut, Dewan Kebudayaan dibagi menjadi Dewan Pertimbangan dan Dewan Kuratorial yang masing-masing akan dibagi dalam Objek Kebudayaan Benda dan Takbenda DIY. Dewan Pertimbangan terdiri dari Pemerintah Daerah, Kasultanan, Kadipaten, akademisi, dan masyarakat. Sedangkan Dewan Kuratorial terdiri dari praktisi, akademisi, seniman, dan budayawan.

Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan DIY Masa Bhakti 2020-2022 ini terwujud atas Keputusan Gubernur Nomor 60/KEP/2020, tanggal 3 Maret 2020. Total anggota Dewan Kebudayaan DIY berjumlah 32 orang.

Ketua Dewan Kebudayaan DIY, Djoko Dwiyanto mengatakan, pekerjaan yang akan segera dilakukan berdasarkan instruksi Gubernur DIY ialah perwakilan Dewan Kebudayaan ikut dalam rapat bersama Gubernur DIY terkait rumusan kebijakan yang akan diambil terkait kerja sama DIY dengan UNESCO. Kerja sama DIY dan UNESCO ini berkaitan dengan pengajuan sumbu imajiner atau sumbu folisofis Yogyakarta sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Kami tentu akan ikut serta dalam rumusan kebijakan ini. Harapannya, tahun ini penetapan warisan budaya dunia untuk sumbu imajiner ini bisa dilakukan UNESCO,” imbuhnya.

Sementara itu, susunan Pengurus Dewan Kebudayaan DIY Masa Bhakti 2020-2022 yang dikukuhkan Gubernur DIY ialah Dr. Djoko Dwiyanto, M.Hum sebagai Ketua dan Dr. Ir. Revianto Budi Santoso, M.Arch sebagai Sekretaris. Selanjutnya, Koordinator Bidang Pertimbangan dipegang Dr. Lono Lastoro Simatupang, M.A., Koordinator Komite Pertimbangan Takbenda oleh KPH Notonegoro, serta Koordinator Komite Pertimbangan Benda Dr. Ayu Helena Cornellia, B.A , M.Si.

Untuk Koordinator Bidang Kuratorial dijabat Dr. G. Budi Subanar, Koordinator Komite Kuratorial Takbenda oleh Dr. Sumaryono, M.A., dan Koordinator Komite Kuratorial Benda, Ir. Titi Handayani, M.Arch. (Rt)

HUMAS DIY