Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59399 suara dari 75625 suara
79%
Tidak: 16226 suara dari 75625 suara
21%

Ngobrol Jogja Bersama Pemda DIY: Digitalisasi Arsip Pemda dan Keraton Yogyakarta

11 Agustus 2020 - 17:40

Yogyakarta (10/08/2020) jogjaprov.go.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berupaya melakukan upaya sosialisasi dan memberikan informaso pada masyarakat di tengah pandemi. Beberapa waktu terakhir, Pemda menggelar podcast dalam program Ngobrolin Jogja yang digelar rutin setiap Senin dan Kamis mengundang narasumber berbeda.

 

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berupaya melakukan upaya sosialisasi dan memberikan informaso pada masyarakat di tengah pandemi. Beberapa waktu terakhir, Pemda DIY menggelar podcast dalam program Ngobrolin Jogja yang digelar rutin setiap Senin dan Kamis dengan mengundang narasumber berbeda.

Pada Senin (10/08/2020), diskusi membahas Digitalisasi Pemerintah Daerah bersama Paniradya Kaistimewan dan juga Keraton Yogyakarta. Pembicara berkompeten dihadirkan yakni GKR Hayu sebagai Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Yogyakarta dan Aris Eko Nugroho sebagai Paniradya Pati.

Ari Eko Nugroho mengatakan pentingnya transformasi budaya dalam bentuk digital meskipun di tengah pandemi Covid-19. Apalagi sebetulnya nilai luhur budaya sudah ada dan melekat sejak dulu melalui bahasa lisan.

“Nilai luhur sudah ada dari dulu, mengenal adanya bahasa dengan tradisi lisan dimana masih menjadi hanya ‘katanya’ orang tua dan sebagainya. Dengan metode sekarang, pola ditulis dan (dibuat) digital akan menjadi menarik sehingga nilai luhur yang kemarin memang ada ternyata mampu menjadi bagian yang mempengaruhi nilai luhur yang ada di DIY,” ungkap Aris.

Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Yogyakarta, GKR Hayu memandang dalam upaya digitalisasi Keraton Yogyakarta telah membentuk divisi Tepas Tandha Yekti pada 2012 yang bertugas mendokumentasikan kegiatan Keraton Yogyakarta dan sebagai sumber literatur akurat bagi kalangan yang membutuhkan.

Jobdesc (tugasnya) dokumentasi dan IT. Kerjanya seperti Dinas Kominfo dari versi kecil sebagai sumber informasi publik, salah satunya dengan medsos Klkeraton. Website Keraton Yogyakarta harus bisa menjadi rujukan yang valid sehingga kami harus hati-hati,” tandas GKR Hayu.

 

Saat ini tengah pandemi Covid-19, dengan aktivitas yang dibatasi, Tepas Tandha Yekti sedang berupaya mengumpulkan dan mengarsipkan kembali database yang ada karena selama ini Keraton Yogyakarta didominasi paperbased. “Ksraton sangat paperbased, tugasnya tanda yekti mentransfer paperbased ke computer based. Foto yang dulu tercecer jangan sampai tercecer lagi,” imbuh GKR Hayu. 

HUMAS DIY