Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 59641 suara dari 75913 suara
79%
Tidak: 16272 suara dari 75913 suara
21%

Kominfo RI Targetkan Digitalisasi Aksara Jawa dan Akses 4G Seluruh Desa

16 Oktober 2020 - 13:10

Yogyakarta (16/10/2020) jogjaprov.go.id – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate beserta jajaran di Gedhong Wilis, Jumat (16/10) pagi. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membicarakan mengenai pengembangan infrastruktur dan informatika di DIY.

Menteri Johnny kemudian memberikan penjelasan, “Sultan menyampaikan ada beberapa spot yang perlu diteruskan di middle mail dan last mail network. Secara khusus, ada beberapa titik lokasi terkait dengan proses belajar mengajar dan pendidikan yang sama-sama kita usahakan tersedianya akses internet untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar, baik selama COVID-19 ataupun setelah COVID-19,” ujar Johnny.

Di samping itu, Johnny menambahkan bahwa pada kesempatan tersebut, pihaknya juga membahas mengenai rencana bersama untuk menyiapkan digitalisasi aksara Jawa. “Tujuannya adalah agar semua yang ada di prasasti dan budaya tinggi, peninggalan leluhur bisa dipahami dan dilestarikan oleh generasi masa kini dan masa depan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ngarsa Dalem mengutarakan bahwa program tersebut tidak hanya untuk Bahasa Jawa saja. “Bahasa lain yang merupakan Bahasa Ibu dari provinsi lain juga ada. Sehingga harapan saya, jangan sampai Bahasa Ibu lain kalah Bahasa jawa, karena masyarakat lokal setempat tidak ada yang memakai lagi. Kita jaga agar bisa lebih dipahami oleh masyarakat,” tutur Ngarsa Dalem.

Adapun hal terakhir yang menjadi pokok pembahasan adalah rencana untuk menjadikan Jogja sebagai salah satu daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang melek informasi atau digital talent. “Setelah ini, kita akan diskusikan pengembangan lanjutan dari MMTC, sekolah yang berada di bawah Kominfo dan ada di Jogja. Saya mengucapkan terima kasih karena Sultan memberikan dukungan yang tinggi, bahkan memanfaatkan beberapa fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah DIY, untuk membantu kelancaran persiapan digital talent di DIY,” jelasnya.

Terkait dengan banyaknya hoaks mengenai COVID-19, Johnny mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun Kemenkominfo RI, terdapat sebanyak 2ribu sebaran hoaks terkait Covid-19 yang ada di platform digital baik Youtube, Twitter, Instagram, maupun Tiktok.

Untuk menghilangkan hoaks tersebut, Johnny menuturkan, “Bahwa sesuai amanat UU ITE, kita harus menjaga ruang digital kita agar bersih dengan dua hal yakni cek dan ricek, serta konfirmasi akan informasi yang ebrkembang di ruang digital dan beri labelling. Selain itu minta platform yang bersangkutan untuk melakukan take down. Saat ini hamper 1900-an hoaks sudah di take down oleh platform digital. Saya sendiri sudah berkomunikasi dengan platform digital tidak hanya dengan yang di Indonesia, namun juga di AS bulan lalu saya kontak dengan Susan Wojcicki, CEO Youtube, untuk ambil langkah cepat pembersihan hoaks,” jelas Johnny.

Di sisi lain, Johnny mengatakan bahwa saat ini terdapat 12.500 daerah yang belum terjangkau 4G. “Dalam kurun 2021-2022, diusahakan 12.500 dapat terlayani dengan sinyal 4G, 9100 diantaranya merupakan daerah 3T. Pembangunannya menggunakan BLU Bakto Kominfo yang menggunakan anggaran APBN, PNBP, dan University Service Obligation. Kami juga menggandeng perusahaan seluler, utuk bekerja bersama dan bersungguh-sungguh. Di akhir tahun 2022. Seluruh desa di Indoensia harapannya sudah terlayani 4G, termasuk Jogja dimana saat ini masih terdapat 41 titik yang memerlukan pelayanan cepat 4G, “ tutupnya. [vin]

HUMAS PEMDA DIY