Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 60038 suara dari 76391 suara
79%
Tidak: 16353 suara dari 76391 suara
21%

TPID DIY Terus Berupaya Jaga Kestabilan Stok Pangan

23 Oktober 2020 - 06:38

Yogyakarta (22/10/2020) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menghadiri rapat koordinasi TPID DIY secara virtual dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis (22/10) sore. Bertempat di Media Center Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Sri Paduka hadir didampingi oleh Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dan Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan.

Saat ditemui seusai acara, Hilman mengatakan bahwa pada bulan September 2020, Kantor Perwakilan BI DIY mencatat inflasi DIY adalah sebesar 0,03% (mtm). Dengan realisasi tersebut, laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan September 2020 tercatat 0,71% (ytd) atau secara tahunan 1,66% (yoy). Inflasi ini terjadi sejalan dengan melemahnya daya beli masyarakat. “Hal ini terjadi hampir di seluruh Indonesia,” tambah Hilman.

Jumlah tersebut, menurut Hilman, ada di bawah target yang ditetapkan yaitu yakni 3,0%±1% (yoy). "Target 3,0%±1% ini dianggap tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi. Untuk konsumen terjangkau dan untuk pengusaha tetap ada daya beli," jelasnya.

Lebih lanjut, Hilman mengemukakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk menjaga kecukupan stok pangan, serta mengupayakan kelancaran distribusinya. “Kami akan upayakan bersama TPID DIY dengan menggeser bahan pokok seperti bawang, cabai, ayam, telur yang berlebih di satu daerah, ke daerah lain yang kekurangan," katanya.  

Untuk merealisasikan langkah tersebut, Hilman menuturkan bahwa dibutuhkan data yang valid yang terkait dengan sebaran lokasi yang sudah panen, jumlah panen, dan serta harganya. "Kita berharap ini bisa bekerjasama dan memenuhi daerah yang defisit. Tapi kerjasama ini antar internal DIY kemudian ke luar DIY. Ini dilakukan agar terserap hasil produksi kita," tuturnya.

"Jika ada daerah yang ove produksi, kewajiban TPID adalah menyerap itu untuk menyetabilkan harganya," imbuh Hilman. Adapun kerjasama ini dapat memenuhi daerah yang defisit dan diprioritaskan  dengan internal DIY, baru selanjutnya dengan luar DIY. [vin]

HUMAS PEMDA DIY