Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 60038 suara dari 76391 suara
79%
Tidak: 16353 suara dari 76391 suara
21%

FGD Pembinaan Dan Pengawasan Obat dan Makanan 2020

20 November 2020 - 14:31

Yogyakarta (19/11/2020) jogjaprov.go.id - Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Monev dengan pembahasan Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2020, yang dilaksanakan di Ballroom Ambarukmo Hotel, Kamis (19/11).

FGD Monev ini diikuti oleh delegasi mitra yaitu BLH Balai Besar POM Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY dan Kabupaten/Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dan Kabupaten/Kota, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY dan Kabupaten Kota, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY.

Dalam rangka mewujudkan visi BPOM yaitu obat dan makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong. Beberapa arah kebijakan yang dilakukan oleh BPOM adalah dengan melakukan penguatan koordinasi pengawasan obat dan makanan, tentunya dengan peningkatan kualitas tindak lanjut dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh Balai BPOM Yogyakarta beserta lintas sektor yang terkait. Maka dari itu, tema yang diusung adalah “Sinergitas Lintas Sektor Kunci Efektivitas Pembinaan Dan Pengawasan Obat dan Makanan di DIY”.

Maksud diadakannya acara FGD MONEV ini adalah untuk monitoring dan evaluasi terhadap semua kegiatan pembinaan dan pengawasan yang sudah dilakukan baik secara mandiri ataupun dengan lintas sektor. Harapannya, kinerja BPOM di Yogyakarta selalu dilakukan perbaikan dan peningkatan dalam hal sinergi kegiatan pembinaan serta pengawasan obat dan makanan.

Dalam sambutannya, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa zaman sekarang, ada banyak perubahan tata perilaku masyarakat dari sebelum hingga sesudah Covid-19. Tentunya strategi dan pengawasan obat dan makanan itu juga harus dilakukan penyesuaian. Ini merupakan tantangan dan kesempatan yang bisa dibicarakan di acara FGD Monev. 

Dalam rangka meringankan dan memudahkan Balai BPOM melakukan pembinaan dan pengawasan perllu peran serta masyaraka. Untuk membangun peran serta masyarakat yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, terutama di bidang obat dan makanan. "Jika masyarakat sekaligus mengawasi maka secara alami masyarakat tidak akan lagi membeli makanan di tempat-tempat yang tidak aman dari sisi kesehatan, sehingga usaha itu akan tutup dengan sendirinya," urainya. 

Aji menambahkan, "Saya berharap kita memliki strategi pembinaan yang lebih dalam lagi, agar masyarakat dapat menjadi pelaku-pelaku pembina dan pengawasan untuk obat dan makanan yang sehat bagi handai taulan, saudara, dan teman-teman sekitarnya. Pasti lelah sekali melakukan penindakan dan pengawasan ini, tapi hukuman yang diberikan pada mayarakat tidak menimbulkan efek jera. Pembinaan perlu dilakukan dengan teknik dan cara yang baru karena usaha yang ada di DIY sudah mulai berubah dibandingkan dengan masa lalu," pungkas mantan Kepala Disdikpora DIY ini. [yf]

HUMAS DIY