Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 63908 suara dari 81509 suara
78%
Tidak: 17601 suara dari 81509 suara
22%

Vaksinasi COVID-19 di DIY Tahap Kedua Siap Digelar Massal

21 Februari 2021 - 17:01

Yogyakarta (21/02/2021) jogjaprov.go.id - Daerah Istimewa Yogyakarta siap menyelenggarakan program vaksinasi COVID-19 bagi kelompok tahapan kedua. Vaksinasi awal akan dilakukan secara massal bagi sebagian kelompok tahapan kedua dan direncanakan akan dimulai pada Senin (01/03). Terdapat tiga tempat yang akan digunakan untuk vaksinasi massal yakni Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Taman Parkir Abu Bakar Ali. Semuanya masuk ke dalam wilayah Kota Yogyakarta.

Tercatat sebanyak 19.897 jiwa menjadi target yang akan divaksin. Jumlah tersebut terdiri dari 8.144 pedagang Pasar Beringharjo dan sekitarnya, 2.600 pedagang sekitar Malioboro dan Alun-alun Utara, serta 9.153 pegawai toko yang ada di sepanjang kawasan Malioboro.

Guna menilik kesiapan agenda tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berkoordinasi langsung dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Minggu (21/02) siang. Koordinasi dilakukan di Ndalem Kilen, Keraton Yogyakarta, dan dilanjutkan dengan menilik persiapan dua lokasi vaksinasi massal yakni Pasar Beringharjo dan Benteng Vredeburg.

“Dalam kunjungan ini, saya mau minta izin karena beliau kan tuan rumahnya, karena rencana 1 Maret mendatang, kami akan mengadakan vaksinasi untuk pedagang di Pasar Beringharjo. Semoga agendanya dapat berjalan lancar,” kata Budi. Ia memandang pedagang pasar adalah pihak yang cukup rentan terpapar COVID-19 mengingat sering berinteraksi dengan banyak orang. “Kita lihat kalau mereka kan ketemu dengan langganannya, ketemu banyak orang, oleh karena itu kita akan vaksinasi mereka,” terangnya. 

Sementara itu, Ngarsa Dalem menuturkan bahwa pemberian vaksin untuk pedagang di Pasar Beringharjo sendiri dilakukan secara menyeluruh. “Vaksinasi akan diberikan kepada seluruh pedagang pasar tanpa terkecuali, termasuk pedagang keliling, pedagang los, buruh, pedagang kaki lima, semuanya,” jelas Ngarsa Dalem.

Ngarsa Dalem menambahkan bahwa pelaksanaannya akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2021. “Akan digelar kurang lebih sekitar empat hari,” ujar Sri Sultan. Sri Sultan juga mengatakan jika data dan jumlah penerima vaksinasi massal sudah ada dan berada dibawah koordinasi pemerintah Kota Yogyakarta.

Di lain sisi, Budi juga menyampaikan penilaiannya akan program vaksinasi COVID-19 DIY tahapan pertama yang telah selesai dilaksanakan. “Tenaga kesehatan di DIY hampir semuanya sudah divaksinasi. Meski masih ada beberapa yang perlu diberikan vaksin tambahan, itu sudah didata dan akan dilakukan segera. Selain itu, vaksinasi untuk lansia DIY yang berjumlah sekitar 15% akan diprioritaskan,” kata Budi. Budi mengapresiasi kesiapan DIY dalam penyelenggaraan program vaksinasi tahap kedua. “Untuk itu, terima kasih kepada Ngarsa Dalem," terang Budi. 

Adapun sesuai kriteria Kementerian Kesehatan RI, kelompok tahapan kedua penerima vaksinasi COVID-19 selain lansia dan pedagang pasar adalah petugas pelayanan publik seperti tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, petugas keamanan, petugas transportasi, atlet, wartawan, dan pekerja sektor pariwisata. Untuk wilayah DIY, total jumlah penerima vaksinasi COVID-19 DIY tahap kedua di semua kabupaten/kota di DIY diperkirakan sekitar 630.000 orang. 

 

Libatkan 280 Tenaga Kesehatan, Targetkan 3.200 Orang per Hari

Ditemui secara terpisah, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang hadir mendampingi Gubernur DIY mengatakan jika pada agenda vaksinasi massal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta GKR Hemas, dijadwalkan akan turut divaksinasi. “Harapannya beliau dapat menjadi figur bagi seluruh warga DIY. Teknis pelaksanaannya masih dikoordinasikan lebih lanjut,” ujar beliau. 

Beliau lantas berpesan bahwa masyarakat seyogyanya berperan aktif menyukseskan program vaksinasi pemerintah. “Vaksinasi bukan sesuatu yang menakutkan, semakin cepat pelaksanaannya, semakin baik. Kota Yogyakarta diberikan prioritas karena ibu kota provinsi, semoga saja bisa menjadi contoh bagi ibu kota provinsi lain,” ujar beliau. 

Haryadi mengaku pelaksanaan vaksinasi massal tersebut dilakukan bertepatan dengan hari bersejarah. “Momen peringatan Serangan Umum 1 Maret, akan ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi massal ini. Persiapan tengah dilakukan bersama Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta,” imbuh Haryadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, mengungkapkan jika vaksinasi tahap kedua sejatinya menyasar semua kelompok tahapan kedua pada seluruh kabupaten/kota di DIY. “Hanya saja untuk lansia, diprioritaskan yang ibu kota provinsi dulu, sesuai instruksi pusat. Saat ini kami sedang menunggu vaksin yang datang karena rencana hari ini akan dikirimkan 21.000 vaksin multidos, satu vaksin bisa untuk 10 orang. Namun, saya masih menunggu seperti apa rincian pembagiannya untuk setiap kabupaten/kota,” ucapnya.

Program vaksinasi massal tersebut akan melibatkan 280 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, suster, dan vaksinator. Tenaga kesehatan ini berasal dari 18 puskesmas dan 11 rumah sakit di Kota Yogyakarta serta 2 klinik Polri. “Dari jumlah tersebut, kami akan bagi ke tiga tempat yakni 7 tim di Abu Bakar Ali, 6 tim di Pasar Beringharjo, 7 tim di Benteng Vredeburg. Setiap tim terdiri dari 7 orang dan dibagi ke dalam 2 shift setiap harinya," urai Pembajun. Sementara, target yang divaksin per harinya sejumlah 3.200 orang.

Pembajun juga menjelaskan jika nantinya tak hanya pedagang Pasar Beringharjo saja yang diberikan vaksinasi. “Agenda besok itu hanya kick-off, nantinya juga akan dilaksanakan di pasar-pasar yang ada di kabupaten/kota. Pelaksanaannya langsung dibawah koordinasi dari kabupaten/kota terkait,” ungkapnya. Adapun Pasar Beringharjo dipilih menjadi salah satu tempat awal pelaksanaan vaksinasi karena dinilai pemerintah pusat dapat menjadi simbol bagi Yogyakarta dan ikon bagi Indonesia. 

Lebih lanjut, untuk pendaftaran program vaksinasi lansia bagi yang berdomisili di Kota Yogyakarta, dapat dilakukan melalui pranala yogyakarta.kemkes.go.id. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kementerian Kesehatan RI Hotline 119 ext. 9. [vin]

HUMAS DIY