Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 64509 suara dari 82245 suara
78%
Tidak: 17736 suara dari 82245 suara
22%

Gubernur DIY : Pemimpin Harus Collabs atau Collapse

03 Maret 2021 - 11:44

Yogyakarta (03/03/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik 10 pejabat Eselon 2 di lingkungan Pemda DIY, Rabu (03/03) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pelantikan dimaksudkan untuk regenarasi dan rotasi jabatan agar OPD mampu tumbuh berkelanjutan dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik.

Menurut Sri Sultan, proses rotasi dan regenerasi ini merupakan proses penyegaran semangat dengan motivasi kerja yang lebih baik. Status keistimewaan DIY mewajibkan setiap pejabat menyandang misi dan tanggung jawab yang ekstra ordinari. Sehingga masing-masing tidak hanya bekerja sekadarnya.

“Jika setiap pejabat baru bekerja rutin ‘kaya adate’, tanpa krenteg melakukan akselerasi dan pembaharuan, maka birokrasi akan tetap stagnan. Menghadapi perubahan zaman pilihannya ada dua, kolaborasi atau mati, Collabs or collapse,” ungkap Gubernur DIY tersebut.

Lebih lanjut Sri Sultan menegaskan, setiap pemimpin harus mampu menghilangkan subyektivitas ego sektoral yang menghambat kemajuan bersama. Setiap OPD harus terbuka untuk mempraktikkan sinergi-silang antar OPD. Demikian pula dengan silang manajemen dengan OPD tingkat kabupaten/kota juga harus dilakukan. Sehingga  hasil kinerja akan lebih efektif dan lebih cepat tercapai, karena tidak ada duplikasi anggaran.

"Saya berpesan kepada OPD yang memegang sektor-sektor strategis seperti biro badan kesbangpol untuk menjaga stabilitas Kamtibmas agar kondusif untuk pemulihan ekonomi. Disperta untuk membangkitkan pertanian rumah tangga guna mencukupi kebutuhan hidup keluarga, Dishub untuk melancarkan konektivitas pariwisata dan supply chain komoditi bahan pokok kebutuhan sehari-hari tanpa mengurangi dukungan peran dari OPD-OPD lain," ungkap Sri Sultan mewanti-wanti.

Namun yang perlu diingat, Sri Sultan menekankan, koordinasi dan sinergi bukan berorientasi kekuasaan, melainkan pada keterpaduan program. Hal ini agar pelaksanaan program memiliki daya guna dan hasil guna optimal yang dirasakan oleh masyarakat.  Terlebih program-program yang dirancang dalam mengahdapi pandemi Covid – 19.

"Pada masa pandemi sekarang ini, setiap OPD agar sedapat mungkin menggerakkan anggarannya untuk program pemulihan ekonomi bangkit. Yang posisi dan perannya ditempatkan secara simultan antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi yakni pengendalian seimbang antara kondisi waras lan wareg," tuturnya.

Para pejabat Eselon 2 yang dilantik adalah Sumadi yang awalnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik saat ini menjadi Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum. Kuncoro Cahyo Aji, Kepala Bandiklat DIY menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda DIY Dewo Isnubroto saat ini dilantik menjadi Kesbangpol DIY. Jarot Budi Harjo yang awalnya adalah Kepala Biro Organisasi, dilantik menjadi Kepala Bandiklat DIY. Etty Kumolowati, dari Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan.

Kepala BAPSDA, Ni Made Dwipanti Indrayanti geser ke posisi Kepala Dinas Perhubungan DIY. Kepala Biro Tapem, Sugeng Purwanto saat ini menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Maladi yang sebelumnya adalah Kepala Biro Bina Metal Spiritual DIY saat ini dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik. Kepala Biro PIWP2, Sukamto, menjabat sebagai Kepala Biro Bina Pemberdayaan Maasyarakat. Trakhir, Wakil Kepala Dinas PU PESDM, Bambang Widhyo Sadmo dilantik sebagai kepala Biro Pemngembangan Infrastruktur Wilayah dan pembiayaan Pembangunan. (uk)

Humas Pemda DIY