Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 65842 suara dari 84323 suara
78%
Tidak: 18481 suara dari 84323 suara
22%

Sri Sultan Dorong Kampus Tingkatkan Kapasitas dan Sertifikasi Lulusan

10 Mei 2021 - 16:03

Yogyakarta (10/05/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap universitas dapat berperan lebih banyak dalam meningkatkan kapasitas dan sertifikasi lulusannya. Dengan demikian, diharapkan para lulusan semakin berluang untuk berkarya di mana pun berada. 

Hal tersebut disampaikan Sri Sultan kepada Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Prof. Yoyong Arfiadi, bersama rombongan dalam audiensi yang digelar di Gedhong Wilis, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (10/05) siang. Turut hadir mendampingi Ngarsa Dalem, yakni Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana.

Sri Sultan lantas berharap, UAJY juga dapat membuka potensi kerjasama dengan Pemda DIY, seperti halnya kerjasama yang telah dilakukan dengan universitas lain. Hal tersebut, menurut Prof. Yoyong, menunjukkan perhatian Ngarsa Dalem sangat tinggi akan mutu pendidikan masyarakatnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Yoyong juga meminta dukungan serta restu Ngarsa Dalem terkait pembentukan fakultas dan program studi di UAJY. “Kami bermaksud mengenalkan prodi baru di universitas kami untuk mendukung Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. Kami mohon doa restu supaya rencana pembentukan Fakultas Kedokteran dan program studi (prodi) lain mendapat restu dari Sri Sultan,” ujarnya.

Tak hanya Fakultas Kedoteran, UAJY juga tengah merencanakan pembukaan prodi Teknologi Pangan dan S2 Akuntansi. ”Ke depan, kami merencanakan prodi lain untuk mengembangkan pendidikan di Yogyakarta yang tentunya lebih berkualitas,” imbuh Prof. Yoyong.

Sebagai universitas yang telah lama beroperasi sejak tahun 1965, Prof. Yoyong mengutarakan bahwa UAJY senantiasa menyelenggarakan pendidikan bermutu. “Kita kan harus menyediakan beragam jenis prodi di Yogyakarta. Selama ini, kami berusaha menyelenggarakan pendidikan bermutu sehingga kami memberanikan diri sesuai rencana induk pengetahuan di universitas kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Yoyong berpendapat bahwa Yogyakarta perlu banyak yang perlu dikembangkan. “Perlu memikirkan kebutuhan internasional. Jadi, yang perlu dipikirkan universitas, kompetensi dan sertifikasi kerja juga. Supaya lulusan kita bisa bekerja di banyak tempat termasuk juga bekerja di luar negeri,” terang Prof. Yoyong.

Di samping itu, yang tak boleh dikesampingkan dalam upaya peningkatan kapasitas atau kompetensi masyarakat adalah dengan melibatkan masyarakat pada program-program dan proses ekonomi. "Untuk hal ini, dibantu dengan pendekatan budaya juga," tutupnya. [vin]

 

HUMAS DIY