Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

Pemda DIY Upayakan Kesejahteraan Petani Hutan Lewat Hibah Fasilitas

04 Juni 2021 - 14:30

Yogyakarta (04/06/2021) jogjaprov.go.id – Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, secara simbolis menyerahkan 15 kendaraan roda tiga kepada 15 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berasal dari Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman. Agenda dilakukan di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Jumat (04/06) pagi. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas DLHK DIY, Kuncoro Cahyo Aji beserta jajaran. Seremonial dilakukan dengan menyerahkan 15 kunci kendaraan oleh Sekda DIY kepada 15 Ketua KTH penerima hibah.

Kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, sehingga operasional dapat berjalan lancar dan proses produksi dapat menghasilkan pendapatan lebih banyak. Adapun pengadaan kendaraan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik DLHK DIY tahun 2021 dengan nilai Rp 511.103.400.

Kelimabelas KTH penerima hibah kendaraan roda tiga antara lain:

  1. Girindo Tani, Kalibawang, Kulon Progo
  2. Giri Manunggal, Seyegan, Sleman
  3. Handayani, Paliyan, Gunungkidul
  4. Jati Lestari, Semanu, Gunungkidul
  5. Madu Sari, Nglipar, Gunungkidul
  6. Ngudi Makmur, Pakem, Sleman
  7. Ngudi Rejeki I, Purwosari, Gunungkidul
  8. Ngudi Sampurno, Paliyan, Gunungkidul
  9. Pamardi Kismo, Pengasih, Kulon Progo
  10. Sedyo Lestari, Paliyan, Gunungkidul
  11. Sido Maju IV, Paliyan, Gunungkidul
  12. Sido Rukun, Paliyan, Gunungkidul
  13. Sumber Wanajati IV, Paliyan, Gunungkidul
  14. Tunas Muda, Turi, Sleman
  15. Wana Lestari II, Playen, Gunungkidul

Pada kesempatan tersebut, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan bahwa kendaraan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar hutan. “Jangan ada kesan bahwa tinggal di hutan itu tinggal di pinggiran yang kesejahteraannya kalah dengan kota. Mari kita putar perspektifnya, bahwa tinggal di hutan itu sejahtera. Tinggal Bapak dan Ibu mengubah mindset saja,” jelas Aji.

Lanjut Aji, hutan yang ada di wilayah DIY harus pula memiliki nilai tambah. “Hutan harus beri kesejahteraan kepada yang tinggal di sekitarnya, inilah saatnya kreativitas masyarakat diperlukan,” lanjutnya. Menurutnya, ada keistimewaan tersendiri dalam pemanfaatan lahan hutan di DIY. “Hutan di DIY beda dengan hutan di daerah lain. Jangan melulu memanfaatkan hutan karena ada investor, teman-teman di DLHK (DIY) bisa terus memberikan sosialisasi terkait dengan pemanfaatan hutan termasuk status hutannya,” pesannya.

Aji menambahkan bahwa sejatinya pengelolaan hutan tak boleh lagi hanya berdasar pada acuan teknis saja. “Harus bisa di luar textbook, ke depan, masyarakat itu harapannya tidak perlu baca buku langsung sudah tahu. Hutan harus tetap lestari, masyarakatnya harus sejahtera,” tegasnya. Ia juga menyampaikan perlunya penerima hibah kendaraan untuk membandingkan dampak yang dirasakan saat sebelum dan sesudah ada hibah kendaraan.

Di sisi lain, Aji berpesan agar para ketua KTH bisa menjadi panutan yang baik bagi anggota lainnya dalam melaksanakan pengelolaan hutan. “Jadi kepala itu ujian, sudah dipercaya oleh masyarakatnya. Namanya dipercaya tentunya ya harus bisa memberikan contoh yang baik,” tukas mantan Kadisdikpora DIY ini.

Sementara, Kepala DLHK DIY, Kuncoro Wisnu Aji, menyampaikan agar hibah kendaraan dari DLHK ini dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung operasional usaha KTH. “Hal ini juga merupakan salah satu upaya DLHK untuk memberikan bantuan alat ekonomi produktif supaya dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya,” ujarnya. Ini juga sebagai tindak lanjut atas adanya kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tentang penyaluran hibah barang berupa bantuan alat ekonomi.

Tak hanya itu, Kuncoro menuturkan bahwa program pemberian kendaraan bermotor ini merupakan tindak lanjut DLHK DIY untuk mendukung proses produksi atas adanya hibah alat dan mesin. Produksi hasil hutan itu sendiri meliputi produksi madu, empon-empon, jamur, kompos, mebelair, dan ekowisata. Total hibah yang diberikan adalah sebesar Rp2.332.850.250. [vin]

 

HUMAS DIY