Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 76078 suara dari 96175 suara
79%
Tidak: 20097 suara dari 96175 suara
21%

Tangani CoViD-19, Anggaran Reguler DIY Capai Rp242miliar

08 Juli 2021 - 17:45

Yogyakarta (08/07/2021) jogjaprov.go.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah menganggarkan dana sebesar Rp242miliar untuk penanganan CoViD-19 di tahun 2021 ini. Dana ini masuk dalam anggaran reguler Pemda DIY dan telah tersebar di berbagai OPD yang terlibat penanganan CoViD-19 maupun dampak dari pandemi.

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono sekaligus Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY saat sesi wawancara bersama wartawan secara daring pada Kamis (08/07). Beny mengungkapkan, anggaran reguler untuk CoViD-19 tersebut guna membiayai kebutuhan di tiga kelompok besar, yakni pemulihan ekonomi, penanganan kesehatan, dan perlindungan sosial.

“Anggaran ini dilakukan atas dasar pengalaman penanganan pandemi pada 2020 lalu. Jika 2020 lalu, anggaran penanganan pandemi diambilkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), tahun ini berbeda. Sesuai saran dari KPK dan BPK, biaya penanganan pandemi 2021 ini masuk anggaran reguler atau rutin,” jelasnya.

Beny mengatakan, Pemda DIY pun telah melakukan pergeseran anggaran. Nantinya jika anggaran yang telah disiapkan ini masih kurang, maka telah disiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). BTT yang telah disediakan mencapai sekitar Rp54miliar.

 “BTT untuk tahun 2021 ini saja, sudah ada yang terpakai, untuk menunjang percepatan penanganan di lapangan sekitar Rp5,2miliar. Jika masih tidak cukup, barulah dilakukan realokasi anggaran. Ini menjadi bukti betapa seriusnya Pemda DIY dalam menangani pandemi CoViD-19 sampai melakukan penganggaran sedemikian rupa pada APBD-nya,” paparnya.

Beny pun menuturkan, penanganan CoViD-19 ini tidak mungkin bisa jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Semua stakeholder harus melakukan kolaborasi bahkan sampai ke tingkat RT. “Kita semua tidak pernah punya pengalaman menangani pandemi. Jadi mari berkolaborasi bersama menangani pandemi ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho yang sekaligus Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY mengatakan, pada dana keistimewaan (danais) tidak ada yang langsung menyebutkan peruntukannya bagi penanganan pandemi CoViD-19. Namun, berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mendukung penanganan CoViD-19 di DIY ada yang menggunakan danais.

“Kegiatan untuk mendukung penanganan ini mencakup upaya pemulihan ekonomi, penanganan kesehatan, ketertiban, dan pemberdayaan. Total anggarannya sekitar Rp340miliar,” ungkapnya.

Aris mengungkapkan, danais pendukung penanganan pandemi dianggarkan bagi Search and Rescue Istimewa (SRI), Tagana, dan Jaga Warga. Beberapa contoh kegiatannya ialah pembinaan anggota untuk melakukan penertiban, pembiayaan  penjemputan hingga pemakaman jenazah CoViD-19. Untuk kesehatan, Aris mencontohkan kegiatan produksi jamu.

“Ketika di tahun 2020, Satpol PP, SRI, dan Jaga Warga, masih ditempatkan untuk urusan tata ruang. Tahun 2021 ini kita alihkan berada di urusan kebudayaan. Harapannya, para petugas ini makin berdaya, bisa memperluas area kerjanya, juga meningkatkan kinerjanya,” imbuhnya.

Selanjutnya, senada dengan Beny Suharsono, Aris juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam penanganan CoViD-19. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah desa harus bersatu padu mengatasi segala persoalan di lapangan. (Rt)

HUMAS DIY