Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 72163 suara dari 91611 suara
79%
Tidak: 19448 suara dari 91611 suara
21%

TNI Akan Bagikan Paket Obat untuk Pasien Covid-19

12 Juli 2021 - 22:30

Yogyakarta (12/07/2021) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti rapat terkait persiapan pembagian paket obat oleh TNI pada Senin (12/07) di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan. Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring ini juga diikuti oleh Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah DIY.

Sri Sultan menyatakan bahwa Pemda DIY telah berpengalaman dalam pembagian vitamin saat awal masa pandemi. Bagi warga yang menjalankan isolasi mandiri dan OTG, memperoleh bantuan vitamin selama dua minggu. “Saya kira dari Kodam Diponegoro sudah pernah melakukan, sekarang tinggal bagaimana kita bisa membangun koordinasi,” terang Sri Sultan.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, mekanisme pembagian obat tersebut sama dengan yang pernah dilakukan sebelumnya. “Nanti mekanismenya sama. Hanya dulu kalau vitamin itu dari Dinas Kesehatan DIY, yang ini nanti dari Korem dan Kodim yang ada di seluruh DIY,” ungkap Aji.

Teknis pembagian obat tersebut dimulai dari tingkat RT/RW yang membuat laporan ke Puskesmas. Selanjutnya, Puskesmas melaporkan ke Dinas Kesehatan untuk kemudian diteruskan ke Kodim dan Pangdam. Paket obat selanjutnya akan didistribusikan dari Kimia Farma ke seluruh Kodim di wilayah Jawa-Bali. Dari Kodim, obat tersebut akan didistribusikanke Babinsa untuk mengantar obat ke pasien di rumah masing-masing dan melakukan edukasi bagi pasien bersangkutan. Jumlah paket obat yang didistribusikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing provinsi.

Sehari sebelumnya, Minggu (10/07) malam, dalam rapat koordinasi distribusi obat bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin,Sri Sultan mengatakan bahwa stok obat di DIY dipastikan harus tercukupi. "Namun fakta yang kami temui di sini, seseorang mampu beli obat, namun obat-obatan itu tidak ada. Kami berharap, pemerintah bisa mendorong untuk mengedarkan obat-obatan, sehingga warga dengan mudah mendapatkan obat yang dibutuhkan," jelas Sri Sultan. 

Sri Sultan menegaskan bahwa stok obat di DIY harus dapat dipastikan tercukupi. "Fakta yang kami temui di sini, seseorang mampu beli obat, namun obat-obatan itu tidak ada. Kami berharap, pemerintah bisa mendorong untu mengedarkan obat-obatan, sehingga warga dengan mudah mendapatkan obat yang dibutuhkan," jelas Sri Sultan. 

Sementara, menanggapi pernyataan Ngarsa Dalem, Menteri BUMN RI, Erick Thohir, mengaku telah membicarakan agar pasokan obat di Indonesia selalu aman. "Memang ketika kebutuhan melonjak, antara produksi dan kebutuhan kalah cepat. Sehingga kita perlu tingkatkan produksi," jelasnya. 

Erick menambahkan, bahwa layanan obat secara daring melalui website yang diluncurkan Kementerian Kesehatan RI, diharapkan dapat membantu dan memperpendek alur operasional untuk mendapatkan obat. "Tapi memang, ketersediaannya masih di Kimia Farma (apotek), belum yang swasta. Ada atau tidaknya juga tidak ada jumlahnya di website, tidak kita tampilkan. Kita juga adakah pembatasan, sesuai resep dokter lalu tiap individu maksimal bisa beli berapa," ujarnya. 

Adapun target sasaran obat yang didistribusikan ini adalah pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri, diutamakan yang berlatar belakang sosial ekonomi rendah. Selain itu, pasien juga telah tercatat dalam sistem data Dinas Kesehatan yang telah terafiliasi pusat yakni NAR serta lokasi pasien berada di wilayah Jawa dan Bali dengan situasi pandemi berada di level 3 dan 4, selain DKI Jakarta. (sf/vin)

Humas DIY