Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 66142 suara dari 84672 suara
78%
Tidak: 18530 suara dari 84672 suara
22%

Langkah Intervensi Penurunan Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di DIY

22 Juli 2021 - 09:39

Yogyakarta (21/07/2021) jogjaprov.go.id – Jumlah kematian berkorelasi dengan jumlah kasus, makin banyak jumlah kasus konfirmasi positif yang bertambah makin banyak yang wafat. Hal demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam video conference dengan gubernur, bupati/walikota se Jawa-Bali. Rapat dipimpin oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi luhut Binsar Pandjaitan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, dan Sekda DIY Kadarmanta Baskara AJi beserta pejabat terkait  hadir mengikuti rapat koordinasi secara virtual ini di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu sore (21/07).

Dalam kesempatan tersebut Sri Sultan menyampaikan update situasi konfirmasi harian Covid-19 di Yogyakarta Per Tanggal 21 Juli. Diungkapkan oleh Ngarso Dalem bahwa dalam  beberapa hari ini kondisi  kasus yg ada di Yogya menurun, dari 1.648 kasus ada 1.038 orang yang sembuh. “Harapan kami bisa tetap mengendalikan kondisi  ini,” ungkap Ngarso Dalem. Hal ini menujukan tren yang baik dalam beberapa hari terakhir ini, semoga tren ini terus berlanjut seiring diberlakukannya PPKM Level 4.

Selain itu, Sri Sultan juga menyampaikan laporan terkait kegiatan vaksinasi di Yogyakarta.” Total sasaran vaksinasi Covid-19 DIY adalah sebesar 2.879.699 orang, Per Tanggal 20 juli 2021 jumlah sasaran yang telah memperoleh vaksinasi dosis pertama telah menembus 1 juta orang (1.018.046 orang atau 35,4%), sementara untuk cakupan vaksinasi dosis kedua telah menjangkau 408.572 orang atau 14,2%,” jelasnya. Adapun kemampuan Yogyakarta saat ini untuk melakukan vaksinasi, rerata harian antara 12.000 – 14.000.

Rapat kali ini fokus pada menurunkan tingkat kematian dan mencari penyebab kematian yang tinggi di wilayah 5 kabupaten di Jawa dan Bali.

Menyoroti  bertambahnya kasus meninggal pada kasus konfirmasi positif Covid-19 mendorong pemerintah pusat bersama dengan dengan pihak Kementerian Kesehatan meminta kepada pemimpin daerah gubernur, bupati, dan walikota untuk melakukan identifikasi atau pengelompokan pada kasus meninggal dengan mencari penyebabnya. Menteri Kesehatan RI telah menghimbau kepada teman-teman di Rumah Sakit Pusat agar segera menyusun tata laksana kematian yang baru.

“Ada lima hal yang menjadi dasar untuk melakukan pengelompokkan yakni, pertama pada orang yang meninggal berapa yang sudah divaksin dan berapa yang belum divaksin, berapa yang komorbid dan berapa yang tidak komorbid, berapa usianya apakah balita (0-5 tahun), remaja (6-17 tahun), dewasa (18-60 tahun), atau lansia (>60 tahun), apakah sudah melalui badai sitokin atau belum, apakah mereka sudah menerima treatmen oksigen atau belum,” itulah lima dasar pengelompokan identifikasi terhadap kasus konfirmasi positif yang meninggal jelas Budi Gunadi Sadikin.

Demikian selanjutnya, untuk tiap – tiap daerah diminta dalam satu sampai dua hari kedepan agar dapat melaporkan kepada pusat terkait kasus meninggal dengan kriteria yang telah disebutkan diatas. (fk)

HUMAS DIY