Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

TP PKK Dorong Percepatan Vaksinasi Pada Disabilitas

18 Agustus 2021 - 16:42

Yogyakarta (18/08/2021) jogjaprov.go.id – Tim Penggerak PKK (TP PKK) DIY turut serta mengambil bagian untuk melakukan percepatan vaksinasi pada kaum disabilitas. Kepedulian ibu-ibu anggota TP PKK DIY ini sebagai wujud perhatian terhadap agar resiko terpapar Covid -19 pada kaum disabilitas berkurang.

Guna mendukung langkah TP PKK ini, Ibu Wakil Gubernur DIY GKBRAA Paku Alam berdiskusi langsung dengan Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Disabilitas Yustitia M. Arief, Rabu (18/08) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Kedatangan Asisten Stafsus Presiden, Angki Yustisia ini untuk memastikan langkah penanganan vaksinasi disabilitas oleh Pemda DIY yang didukung TP PKK berjalan sesuai dengan yang seharusnya.

Gusti Putri menyebutkan, berupaya menggugah Ibu-ibu TP PKK kabupaten/kota untuk berkomitmen bersama mendukung dan mendorong percepatan vaksinasi pada kaum disabilitas. Penyelenggaran vaksinasi bagi disabilitas memang relatif berkendala daripada vaksin pada masyarakat umum. Terutama akses dan kemampuan mobilitas untuk mencapai sentra vaksinasi. Untuk itu, ada upaya lebih yang harus dilakukan salah satunya mempertimbangkan sistem door to door untuk mereka yang benar-benar tidak bisa melakukan mobilitas karena banyak faktor.

Selain itu Gusti Putri juga mengungkapkan, hampir semua kaum disabilitas ketika melakukan vaksinasi juga memerlukan pendampingan. Bahkan terkadang tidak cukup satu dia orang saja untuk mendampingi mereka. Untuk itu, Gusti Putri berharap para pendamping ini juga mendapatkan vaksinasi sebelum atau berbarengan dengan kaum disalibilitas yang didampinginya.

“Kaum disabilitas ini untuk mencapai tempat vaksinasi membutuhkan pendamping. Pendamping tidka hanya satu malah bisa sekeluarga. Saya ingin sekeluarga juga ikut divaksin. Bisa pake sinovac atau yang lain. Kalo untuk disabilitas kan biasa pake sinopharm atau sinovac,” urai Gusti Putri.

Gusti Putri berharap tidak hanya disabilitas yang divaksin secara merata, namun juga orang-orang di sekitar mereka. Karena menurutnya, bagaimanapun kaum disabilitas juga sangat rentan terpapar, sehingga mereka yang berinteraksi dengan kaum disabilitas ini juga harus dipastikan aman dan tidak saling menulari.  

Menanggapi hal tersebut, Yustitia mengatakan akan memastikan pelaksanaan vaksinasi pada kaum disabilitas ini bisa berjalan sesuai target. Vaksin untuk kaum disabilitas ini harus diberikan semua sebelum masa kadaluarwsa habis pada bulan Oktober nanti.

Yustitia menyambut baik upaya dukungan ibu-ibu PKK di DIY untuk mendorong percepatan vaksiansi pada disabilitas ini. Dirinya juga berharap ada upaya edukasi juga yang diberikan terkait dengan vaksinasi. Banyak kaum disabilitas yang takut vaksin. Hal inilah yang ditekankan Yustitia untuk mereka diberikan edukasi oleh ibu-ibu TP PKK ini.

“Guna mempercepat vaksinasi pada disabilitas, saya kira edukasi juga penting. Banyak yang takut vaksin. Disini saya memohon peran ibu-ibu untuk membantu mengedukasi saudara-saudara kita kaum disabilitas,”ungkap Yustitia.

Selain Gusti Putri dan Yustitia, diskusi tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY, ketua TP PKK Kabupaten/kota, jajaran OPD DIY, perwakilan kaum disabilitas serta aktivis vaksinasi pada disabilitas di DIY. (uk)

Humas Pemda DIY