Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

Pusat Lakukan Sosialisasi Pemanfaatan QR Code Di Tempat Umum

26 Agustus 2021 - 23:04

Yogyakarta (26/08/2021) jogjaprov.go.id – Pemerintah akan manfaatkan QR Code Platform peduli Lindungi untuk perusahaan, mall, sekolah, perkantoran dan tempat umum lainnya. Pemanfaatan QR Code ini bertujuan mengendalikan penularan Covid -19 di tempat umum.

Melalui Rakor Penanganan Covid – 19 secara daring, Kamis (26/08) Menkomarvest Luhut Binsar Pandjaitan mendorong tiap daerah untuk memanfaatkan QR Code ini. Sekda DIY R. Kadarmanta Baksara Aji dan jajaran pejabat Pemda DIY turut serta mengikuti rakor tersebut dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Dijelaskan oleh Luhut, platform Peduli Lindungi ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan angka kasus positif Covid -19 di Indonesia. Fungsi utamanya adalah screening apakah pemegang aplikasi sudah divaksin atau belum. Screening ini terkoneksi secara online dengan data vaksinasi dari Kemnekes. Selain itu juga berfungsi untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sudah melakukan tes PCR atau antigen atau belum beserta hasilnya. Karena selain terkoneksi dnegan data vaksiansi, juga terkoneksi dengan laboratorium PCR dan Antigen.

Selain itu, Peduli Lindungi juga berfungsi sebagai tracing. Melalui scanning barcode, maka yang bersangkitan bisa ditracing dengan lebih cepat apabila terkonfrimasi positif. Dengan hitungan detik, aplikasi mampu mendeteksi pergerakan sehingga mempercepat tracing. Ini tentu lebih efektif dari metode lama yang membutuhkan tiga hari untuk tracing.

“Fungsi yang lain adalah menjaga protokol secara digital. Kita bisa mengukur standar protokol kesehatan dengan standar maksimal,” ungkap Luhut.

Apabila fungi QR Code ini diterapkan dengan sungguh-sungguh, Luhut yakin angka kasus akan semakin turun dan kegiatan ekonomi bisa menuju normal kembali. Namun tentunya dengan catatan penerapan pada tempat umum harus benar-benar disiplin.

Positivity rate kita sudah turun dibawah 15%. Meskipun fluktuatif tapi kecenderungannya turun. Jadi kalau QR code ini dimanfaatkan, saya optimis akan semakin turun,” kata Luhut.

Sekda DIY R. Kadarmanta  Baskara Aji mengatakan, dan pada prinsipnya DIY akan siap untuk menerapkan pemanfaatan QR Code. Namun perlu ada support dari pusat guna mempermudah mendapatkan QR Code. Hal ini karena banyaknya permintaan, sementara belum bisa dilayani dengan lancar sehingga perlu waktu.

“DIY sendiri kan masih banyak yang tutup karena masih level 4. Tetapi persiapan persiapan terus dilakukan salah satunya tentang pemakaian QR code di masing-masing fasilitas umum,” kata Aji. (uk)

Humas Pemda DIY