Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

FKY 2021 Ditutup, Berikan Multiplier Efek Bagi Masyarakat

07 Oktober 2021 - 18:07

Bantul (07/10/2021) jogjaprov.go.id – Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji secara resmi menutup gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) “Mereka Rekam” pada Kamis (07/10) sore di Ampiteater Gedung DPAD DIY, Wonocatur, Bantul, Yogyakarta. FKY ini telah berlangsung sejak Kamis (16/09) dan dilakukan secara daring melalui kanal fky.id beserta media sosial resminya. Penutupan dilakukan secara simbolis oleh Sekda DIY dengan memutar video perjalanan FKY melalui website resmi FKY.

Pada sambutan yang disampaikan, Aji mengatakan bahwa FKY memiliki multiplier efek yang besar dari sisi seni budaya dan ekonomi yang berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat. “Karena pada intinya APBD dan program pemerintah daerah itu tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Tambah Aji, fase penutupan program sejatinya merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi dan juga memberikan apresiasi kepada seluruh pendukung FKY baik dari unsur pemerintah dan lebih utama para pelaku seluruhnya yakni seniman budaya, pengamat, dan semuanya yang terlibat.

“FKY harus dicari dampak positifnya bagi masyarakat, jadi tidak hanya seniman, Dinas Kebudayaan saja yang berasakan dampaknya,” lanjutnya. Aji menjelaskan meskipun hari ini resmi ditutup, sejatinya apa yang disajikan di FKY tetap dapat dinikmati seluruh dunia melalui website fky.id.

“Proses seperti ini (daring), memungkinkan bahwa meskipun perhelatan usai, tetap bisa dinikmati sampai 1 tahun ke depan hingga FKY yang selanjutnya. Jangan pernah berpikir ini hanya bisa dilakukan di era saat ini saja. Kalau nanti pandemi sudah berangsur hilang, barangkali konsep seperti ini tetap bisa dilaksanakan dengan mendulang sukses yang sama atau lebih,” pesannya. 

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan bahwa tema Mereka Rekam memiliki maksud pencatatan budaya pada tahun 2021, yakni mencatat semangat keberdayaan yang dimiliki oleh masyarakat Yogyakarta di tengah situasi pandemi.

Dian juga turut melaporkan mengenai seberapa banyak antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan di luar negeri terhadap perayaan pencatatan budaya ini.

“Perlu kami sampaikan, karena ini perayaan pencatatan budaya, bahwa ternyata Festival Kebudayaan Yogyakarta ini selama 22 hari sudah dinikmati oleh 15.000 lebih user yang memang kita siapkan di dalam dunia digital, mengingat dari situasi pandemi. Dari 15.000 user tersebut, ternyata hadir 250 negara yang kemudian mengakses di dalam website FKY,” ujarnya.

Kemudian, ada 38 tema yang diangkat berkaitan dengan adat istiadat dan tradisi, 58 tema mengenai pengetahuan dan teknologi tradisional, 24 tema menyangkut bahasa, 24 tema menyangkut benda, serta 96 tema mengenai bentuk seni.

Ia mengungkapkan bahwa cukup banyak subjek yang terlibat didalamnya. “Ini melibatkan hampir 1000 subjek atau lebih tepatnya 900-an terkait dengan penggiat Festival Seni Budaya, Seniman, Maestro, Komunitas, Tenaga Ahli Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Penggiat Budaya, Organisasi/Lembaga, serta Pranata,” ungkapnya.

Selain itu, fasilitas-fasilitas sarana budaya yang terdapat di DIY pun turut digunakan, seperti 120 desa, 7 gedung pertunjukan, 4 gedung pameran, 26 padepokan atau sanggar, 3 fasilitas pendidikan dan sebagainya. Terdapat pula ratusan UMKM yang mengikuti program Sambatan yang termasuk dalam rangkaian festival ini.

“FKY pada tahun 2021 ini, kita mencoba melakukan suatu konsep baru, yaitu melakukan kegiatan bersama dan menikmati suatu dampak yang dapat dinikmati bersama. Serta menumbuhkan kreasi di tengah situasi pandemii dengan keterbatasan yang ada. Semoga tahun kedepan pandemic sudah semakin berkurang, makan konsep-konsep baru akan dapat kita lanjutkan lagi dengan mencari jangkauan dan dampak yang lebih luas. Lalu, seluruh data dan arsip kami dokumentasikan, juga melalui BPAD dan tetap dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat DIY serta masyarakat dunia untuk sekarang dan ke depan,” tutupnya. 

Agenda ini juga dimeriahkan dengan penampilan monolog oleh Susilo Nugroho atau yang akrab dikenal dengan Den Baguse Ngarso, persembahan keroncong, tari kreasi baru. Di sela-sela agenda, Ketua FKY 20121 juga mengajak hadirin dan tamu undangan mengheningkan cipta guna mendoakan salah satu seniman yang aktif dalam dunia teater DIY, Gunawan Maryanto yang berpulang sehari sebelum penutupan FKY digelar.

Adapun penutupan FKY ini juga dihadiri secara luring oleh Kepala Dinas Kominfo DIY Rony Primanto Hari, Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono, Asekda DIY Bidang Administrasi dan Umum Sumadi, Asekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, dan Asekda DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Aris Riyanta, dan Kepala DPAD DIY Monika Nur Lastiyani. Acara dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. [vin/fm]

HUMAS DIY