Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

Gusti Putri Terima Kunjungan Dekranasda Sumatra Selatan dan Kota Samarinda

14 Oktober 2021 - 13:07

YOGYAKARTA (14/10/2021) jogjaprov.go.id –  Wabah pandemi Covid-19, membawa dampak terhadap UKM DIY yang bernaung di bawah Dekranasda DIY, terkait dengan pemasukan 80% pajak di DIY berasal dari kegiatan kerajinan/UMKM.

Wakil Ketua I Dekranasda DIY, GBRAy Paku Alam menyampaikan hal tersebut ketika menyambut kunjungan rombongan Dekranasda Sumatera Selatan, yang dipimpin Fauziah Mawardi Yahya dan Dekranasda Kota Samarinda, yang dipimpin Rita Dinar Tiurmaida pada Kamis (14/10) di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Adapun maksud dan tujuan kunjungan dari 2 rombongan dari kota berbeda tersebut adalah selain untuk bersilaturahmi ke Pemda DIY juga ingin belajar pengelolaan dan pengembangan UMKM DIY yang sudah maju untuk bisa dikembangkan ke daerah masing-masing.

Lebih lanjut Gusti Putri mengatakan bahwa Yogyakarta dikenal dengan budaya yang memiliki jangkauan luas hingga internasional, salah satu budaya tersebut adalah berupa kerajinan batik. “Yogyakarta adalah kota pariwisata, kota budaya, kota pendidikan. Jadi saat pandemi ini, dampaknya terasa sekali, karena wisata-wisata ditutup serta kampus yang tidak mendatangkan para mahasiswa dari luar sehingga warung-warung makan tutup," tandasnya.

Namun demikian disisi lain, ekspor barang kerajinan dimasa pandemi justru mengalami kenaikan/meningkat ke berbagai negara yang tidak terdampak Covid-19.

Di bagian lain dalam sambutannya, ibu Wagub DIY menambahkan bahwa salah satu bentuk perhatian Pemda DIY melalui Dekranasda DIY pada kerajinan batik Yogyakarta adalah keberhasilan ditetapkannya Yogyakarta juga ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) pada 18 Oktober 2014. Sementara batik telah ditetapkan oleh UNESCO, menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda, pada 2 Oktober 2009.  

Kemudian, bentuk dari fokus Dekranasda DIY pada batik adalah dengan melakukan kegiatan dalam bentuk pameran desain batik dari para desainer muda dan senior dari Yogyakarta. Pameran tersebut bernama “Jogja International Batik Biennale” (JIBB) yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Di dalamnya terdapat ajang apresiasi atau penghargaan atas batik-batik yang ditampilkan. Pada tahun ini dapat dilaksanakan kegiatan JIBB 2021  yang sejak bulan Juni telah tertunda di tahun 2020 dikarenakan situasi darurat pandemi. Acara JIBB tidak hanya dihadiri oleh masyarakat lokal dan nasional saja, tetapi warga dari Eropa, Asia, serta Afrika Selatan juga ikut serta. Terdapat pula salah satu acara pada bulan November nanti, yaitu “Membatik Bersama” yang pesertanya akan berasal dari berbagai negara secara daring.

Terkait apresiasi yang diberikan pada JIBB, terdapat peran Dekranasda DIY yang juga mendukung dengan memberikan sumbangan berupa kain-kain batik yang dijadikan hadiah untuk para pengrajin batik. Dekranasda DIY juga turut selalu melakukan sosialisasi pada masyarakat dalam hal kerajinan.

Di samping itu, Batik dan UMKM Kerajinan di DIY memang memiliki peran yang sangat tinggi dan menonjol, seperti kulit, kayu, dan perak. Berbagai UMKM tersebut dapat mengolah dengan kreasi dan inovasi mereka sendiri. Kerajinan tersebut juga telah menjadi kegiatan ekspor dunia.

Gusti Putri menekankan bahwa batik itu sendiri nilai yang paling penting diperhatikan adalah histori dan orisinalitasnya. “Tidak mudah menjadi Kota Batik Dunia, banyak sekali hal yang harus kami perhatikan, antara lain yang terpenting ialah nilai-nilai histori dan orisinal yang terkandung pada batik Yogyakarta, bahwa batik yang telah dibuat asli dari Yogyakarta. Filosofi serta proses juga dapat menjadi khas tersendiri sebagai batik Yogyakarta. Kemudian, membuat batik itu dapat meningkatkan perekonomian keluarga maupun daerah. Lalu, membuat batik itu ramah lingkungan serta dikenal oleh seluruh dunia,” ungkap Gusti Putri.

Pada kesempatan ini, turut memberikan pemaparan tentang organisasi dan perkembangan Dekranasda DIY kepada rombongan yaitu Wakil Ketua Dekranasda DIY Syahbenol Hasibuan.

Sementara itu Fauziah Mawardi Yahya dari Dekranasda Sumatera Selatan, menyampaikan selain untuk menimba ilmu pengembangan UMKM, juga mengundang Gustri putri untuk berkunjung ke Dekranasda Sumatra Selatan sekaligus mengundang untuk melihat pameran Dekranasda Sumatra Selatan di Hotel Rich Yogyakarta yang diselenggarakan pada 13-15 Oktober ini.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga mengunjungi showroom kerajinan “Bale Mangu” milik Dekranasda DIY di Kompleks Kepatihan serta mempelajari cara mempromosikan UMKM khususnya batik agar dapat sesuai target sasaran dan mendunia. (kr/fm)

 

Humas Pemda DIY