Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

Keroncong Plesiran, Medium Pengubah Mass Tourism ke Quality Tourism  

25 Oktober 2021 - 09:52

Bantul (23/10) jogjaprov.go.id – Syahdu irama keroncong menembus sela-sela pepohonan pinus di Telaga Mardigdo, Kawasan Wisata Pinus Asri, Mangunan, Dlingo, Bantul, Sabtu (23/10) sejak pukul 16.00-22.00 WIB. Dalam agenda konser bertajuk Keroncong Plesiran V itu, penoton telah. menjadi saksi adaptasi konsep pertunjukan yang digelar saat pandemi dengan skema hybrid, yakni dilaksanakan secara luring dan dikombinasikan dengan siaran live streaming.

Konsep yang di usung dalam  penyelenggaraan ke V ini selain bermakna angka lima juga mempunyai makna singkatan dari “Viable” (mampu bertahan hidup). Hal ini menunjukkan bahwa dalam 2 tahun masa pandemi Covid-19, event ini mampu menjaga konsistensi dan eksistensi dalam melintasi masa-masa sulit. Keroncong Plesiran juga merupakan suatu event yang menjaga konsistensi dengan menampilkan grup keroncong asli, keroncong modern hingga keroncong dengan format orkestra yang dijamin bakal memuaskan semua penggemarnya.

Mewakili Gubernur DIY, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, yang hadir untuk membuka Keroncong Plesiran, mengatakan agenda event tahunan ini merupakan sebuah inovasi baru dalam mengemas seni keroncong apalagi digelar di tempat-tempat wisata, sesuai dengan namanya “Plesiran” yang dalam Bahasa Jawa berarti berkunjung ke tempat-tempat wisata.

“Keroncong sering diasosiasikan sebagai genre musik yang hanya digemari generasi tua. Namun Keroncong Plesiran membalikkan anggapan tersebut karena justru Generasi Y dan Z menjadi penikmat terbesarnya. Semoga event tahunan ini terus berlanjut dan semakin digemari dan meluas,” tuturnya.

Tri Sakti menambahkan, Keroncong Plesiran ini merupakan salah satu contoh aplikasi pelaksanaan konser saat kurva pandemi Covid-19 dinilai melandai. “Mengingat status PPKM DIY telah turun ke level 2, jadi peraturan memperbolehkan konser untuk digelar, tapi tentu tetap waspada, tetap terapkan 5 M,” tambahnya. Ke depan, Tri Sakti berharap agenda seperti ini dapat menjadi wisata alternatif berbasis seni. “Agenda ini sangat potensial untuk dikembangkan di Jogja sebagai wujud pergeseran mass tourism ke quality tourism baru,” tutupnya.

Selain Tri Saktiyana, turut hadir di lokasi yakni Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardja, Kepala BPPD DIY GKR Bendara, dan Kepala BOB Indah Juanita. Adapun Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardja dalam sambutannya menuturkan harapan agar situasi dan kondisi di DIY semakin kondusif, sehingga menguatkan atmosfer bagi para seniman untuk terus berkarya. Singgih mengatakan, adanya konser ini adalah perwujudan kreativitas dan inovasi anak muda dalam memasyarakatkan sesuatu yang dianggap sudah kuno atau tidak berkembang seiring dengan zaman yang berubah.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno, yang menyampaikan sambutan secara daring mengapresiasi pelaksanaan konsep Keroncong Plesiran yang dapat berjalan lancer secara hybrid. “Ini jadi bukti eksistensi di masa pandemi dan sebagai bentuk apresiasi bagi seniman, karena seni adalah bentuk budaya yang mencerminkan bangsa,” ungkap Menteri Sandi. Menteri Sandi menambahkan, Kemenparekraf akan mendukung Keroncong Plesiran sebagai bentuk jangka panjang promosi seni music keroncong ke dunia internasional untuk memperkuat branding pariwisata kreatif di Indonesia.

Adapun agenda Keroncong Plesiran ini dibuka dengan penampilan Simphony Kerontjong Moeda. Selain itu, beberapa artis yang menjadi penampil pada event yang dihadiri 150 penonton ini adalah Ananda Badudu, Anting Lida 2021, Boris Sirait, Dapur Musik, Doyok Jaipong, Heruwa, Hesti Ksvara, Kukuh Prasetya, Monita Tahalea, Ndarboy Genk, Okky Kumala, Paksi Band, Pandika Kamajaya, Sapta Ksvara Kusbini, dan Surya Mataram.

Untuk dapat hadir di lokasi event, penonton wajib melakukan reservasi secara daring, melalui serangkaian pengecekan protokol kesehatan seperti tes antigen (bagi yang sudah vaksin satu kali), serta wajib mengenakan masker selama menyaksikan pertunjukan. [vin]

HUMAS DIY