Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 75714 suara dari 95710 suara
79%
Tidak: 19996 suara dari 95710 suara
21%

Wakil Gubernur DIY Audiensi dengan Panitia Kegiatan Ekspedisi Offroad non Kompetisi

25 Oktober 2021 - 15:13

 Yogyakarta (25/10/2021) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X didampingi Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Aris Riyanta, dan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menerima kunjungan dari panitia penyelenggara kegiatan ekspedisi offroad non kompetisi, pada Senin (25/10) di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Wakil Gubernur DIY Sri Paduka, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ekspedisi non kompetisi ini dan menyatakan kesiapan Pemda DIY untuk bersinergi dalam rangka mendukung pelaksanaan acara tersebut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sri Hascaryo selaku ketua umum dan Wawan Dalbo selaku ketua panitia pelaksana.

Sri Paduka memberikan apresiasi kepada panitia dan mengharapkan supaya disiplin protokol kesehatan diterapkan selama acara berlangsung. Tidak hanya itu, Wakil Gubernur DIY juga memberikan masukan agar tempat-tempat wisata yang ada di Yogyakarta yang sekiranya memungkinkan supaya dapat dilewati, meski tidak semua.

Dalam hal ini, Sri Paduka menghimbau kepada panitia agar melibatkan sumber daya masyarakat setempat. Mulai dari Tagana (Karang Taruna Siaga Bencana) untuk dilibatkan dalam vaksinasi, UMKM untuk penyediaan souvenir dan konsumsi. Dan satu hal lagi yang terpenting pesan dari Sri Paduka adalah beliau menghimbau panitia agar anak-anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya karena pandemi, khususnya yang berada di wilayah rute yang dilewati yakni Bantul dan Gunungkidul dapat menjadi perhatian panitia.

Mengambil tempat start di Watu Mabur, Dlingo,  rute ekspedisi offroad non kompetisi kali ini adalah Yogyakarta, Wonogiri, Tawangmangu, Madiun, Blitar, Malang bagian selatan dan berakhir di Gunung Bromo, Pobolinggo, Jawa Timur.

Adapun Wawan Dalbo selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan  ekspedisi offroad non kompetisi ini adalah agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesia Offroad eXpedition Adventure Club (IOX Adv. Club).

“Ini adalah tahun ke-sembilan dan menjadi tahun yang ke-2 untuk DIY sebagai tuan rumah,” ugkap Wawan. Kegiatan ini rencana akan diselenggarakan dengan start dari Yogyakarta dan finish di Bromo, Jawa Timur pada tanggal 20 November s/d 4 Desember 2021.

“Kegiatan tahunan yang  besar ini memang sengaja kita pilih di Yogya sebagai tempat start atau main event, karena sebagai orang Yogya kami ingin mengembangkan pariwisata serta membantu dalam rangka proses recovery ekonomi di Yogyakarta”, jelas Wawan.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian IOX terhadap lingkungan. “Pada acara besok, kita akan melakukan kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial pembangunan mushola, dan pemberian paket sembako. Adapula vaksinasi sesuai arahan Kanjeng Gusti,” ucap Wawan.

Ia menambahkan, pada kegiatan kali ini akan ada 100 kendaraan, termasuk 75 kendaraan peserta, service car, mobil pengawal dan lain-lain. Acara ini diikuti oleh peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, bahkan ada 1 partisipan yang berasal dari negara luar, yakni 1 partisipan, media jurnalis Jerman. Adapun peserta terbanyak berasal dari Yogyakarta, yakni 10 kendaraan.

“Kami mengundang media dari internasional, media jurnalis Jerman, yang akan kami harapkan nanti bisa mengekspos kegiatan ini di level internasional,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan untuk para offroader yang melintasi Daerah Istimewa Yogyakarta ini, dan pihaknya siap bersinergi untuk mendukung acara ini.

Singgih berharap, acara ini bisa dijadikan ajang promosi tempat wisata itu sendiri. Kerjasama yang terjalin adalah dari sisi Dinas Pariwisata dan pengelola destinasi wisata yang nantinya dilalui oleh offroader.

“Tentu, kami dari Dinas Pariwisata DIY memberikan respon terhadap kegiatan ini. Kami berharap, ini bisa menjadi jaringan kerjasama yang bagus untuk promosi sekaligus untuk membuktikan Jogja siap untuk dikunjungi asalkan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ungkapnya.

“Sesuai dengan instruksi Mendagri dan instruksi Gubernur, kegiatan seni budaya dan olahraga juga sudah diperbolehkan, tentu dengan tetap harus waspada dan pemberlakuan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya. (fk)

 

HUMAS DIY