Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 76078 suara dari 96175 suara
79%
Tidak: 20097 suara dari 96175 suara
21%

Gempita Budaya : Gelar Muhibah Pikat Amarta Budaya Jabar-Jogja, Lestarikan Budaya, Perkuat Kerjasama

08 Desember 2021 - 01:17

Bandung (07/12/2021) jogjaprov.go.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan kunjungan  ke Bandung, Jawa Barat, untuk menghadiri acara Gempita Budaya atas undangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Perjanjian Kerjasama Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik antara Provinsi Jawa Barat dan DIY yang telah dilaksanakan tanggal 1 Desember 2021 di Kompleks Candi Prambanan.

Mengambil tema Gelar Muhibah Pikat Amarta Budaya Jabar-Jogja, acara yang digelar di depan Gedung Sate sarat dengan nuansa budaya dan seni dari kedua wilayah. Sri Sultan mengawali sambutannya dengan mengisahkan sejarah Ringin Kembar sebagai representasi akulturasi kekerabatan Jawa dan Sunda. Disampaikan bahwa dua beringin kembar di Alun-Alun Utara yang bernama Kyai Jânândaru berasal dari Pajajaran ditanam di sebelah timur, dan Kyai Déwândaru dari Majapahit di sebelah barat. Selain itu, Gubernur DIY tersebut juga menyinggung pentingnya kolaborasi digitalisasi aksara Sunda-Jawa untuk mendukung program UNESCO tentang mother language.

Lebih lanjut, Sri Sultan juga berharap bahwa kerjasama antar pemerintah daerah (G to G)  ini dapat berkembang secara organis dan berjaringan, sehingga menjadi kerjasama mandiri antar-elemen masyarakat (P to P). Sri Sultan berujar, berdasarkan fakta dan data yang ada, masyarakat Bandung dan Yogyakarta memiliki kesamaan talenta, yakni potensi inovasi dan kreativitas.

Ridwan Kamil--Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini menjadi simbol tertinggi persahabatan antara dua provinsi, sekaligus menjadi representasi kolaborasi dalam balutan budaya Jawa dan Sunda yang adi luhung. Ridwan Kamil juga menyatakan bahwa di Bandung sudah ada Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Majapahit sebagai bentuk harmonisasi budaya.

Setelah penyampaian sambutan dari kedua pimpinan daerah, acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata. Nuansa acara semakin khidmat ketika perwakilan budaya DIY membawakan Tari Bedhaya, tarian sakral yang untuk pertama kalinya ditampilkan di luar wilayah DIY. Selain Tari Bedhaya, delegasi seni budaya Yogyakarta juga menampilkan Tari Beksan Menak Kakung Umarmaya-Umarmadi.  Dari Jawa Barat ditampilkan seni angklung populer Udjo yang membawakan lagu daerah dan nasional serta Tari Rampak Kendang yang bernuansa ceria dan persahabatan. Selain pimpinan daerah DIY dan Provinsi Jawa Barat, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan OPD dari Pemda DIY dan Pemda Jawa Barat serta dari unsur budayawan dan seniman.

Humas Pemda DIY