Berita Terkait


Polling

Apakah website ini membantu?

Apakah website ini membantu?

Ya: 76078 suara dari 96175 suara
79%
Tidak: 20097 suara dari 96175 suara
21%

Asisten Pemerintahan Setda DIY Bersama OPD Terkait Ikuti Rakor Persiapan Nataru

08 Desember 2021 - 12:19

YOGYAKARTA(08/12/2021) Jogjaprov.go.id – Perayaan Natal 25 Desember 2021 dan menyongsong Tahun Baru 2022 tinggal menghitung hari, karena perayaan tersebut masih dalam situasi dan kondisi Pendemi Covid 19 Pemerintah akan dan sedang mempersiapkan aturan pelaksanaannya agar dalam perayaan tersebut tidak menjadikan ledakan kasus covid 19 baru sebagaimana tahun yang lalu.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan Penerapan PPKM Natal dan Tahun Baru, Percepatan Vaksinasi  serta  Percepatan  Realisai Belanja Daerah Tahun 2021, pada Rabu (08/12). Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti oleh para Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Provinsi, Bupati/Walikota di seluruh Indonesia. Adapun pejabat DIY yang menghadiri acara tersebut adalah Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Sumadi, S.H., M.H. serta jajaran OPD terkait di Gedung Pracimosono, Komplek Kepatihan Yogyakarta.

Lebih lanjut Mendagri menegaskan bahwa rapat koordinasi yang diselenggarakan hari ini merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat tingkat menko sebelumnya dan rapat terbatas yang dipimpin Presiden RI yang juga dihadiri Panglima, Kapolri para Menteri Koordinator/Menko dan para Menteri lainnya Sabtu lalu. Perayaan Natal dan Tahun Baru Tahun 2020 lalu menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus Covid-19. Oleh karena itu di tahun 2021/2021 harus ada pengendalian massa agar tidak terjadi lonjakan kasus.

Untuk itu lanjut Tito Karnavian, rangkaian Natal dan Tahun Baru yang akan dimulai Tanggal 24 Desember dan berakhir 2 Januari 2022,  Pemerintah  meniadakan penyekatan-penyekatan, namun dilakukan pembatasan-pembatasan secara spesifik untuk menanggulangi dan mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat yang berpotensi/mengakibatkan terjadinya penularan kasus covid 19.  Terkait dengan perubahan level menjadi pembatasan, Mendagri mengingatkan tidak perlu menjadi polemik di masyarakat, mengingat pandemi Covid 19 memang belum berakhir, bahkan saat ini telah berkembang kasus Covid jenis baru Omicron di Afrika Selatan yang belum jelas karakternya.

Oleh karena itu Tito Karnavian menandaskan agar kasus Covid 19 tidak meledak lagi, dalam perayaan Natal dan Tahun baru harus ada pembatasan dan pengawasan kerumunan masyarkat diruang-ruang publik. Dia mengingatkan kita jangan sampai lengah dan euforia menganggap covid telah selesai, karena kita sudah vaksin covid Delta, sementara saat ini telah berkembang kasus Virus Omicron dan seluruh dunia sedang bekerja keras untuk meneliti, apakah Omicron ini lebih lunak, apakah lebih mematikan, lebih merusak.

Sementara itu Asops Kapolri Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si. menambahkan bahwa dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, strategi yang dilaksanakan Polri dalam rangka Penguatan PPKM Mikro yaitu membentuk 21.319 posko dari 23.111 desa, 1.763 posko dari 2.881 kelurahan dengan melibatkan 45.133 personil Polri diseluruh Indonesia.

Sedangkan upaya yang dilakukan diantaranya yaitu menyiapkan Pos Gerai Vaksinasi untuk masyarakat yang belum vaksin, bersama-sama unsur RT/RW melakukan pendataan terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan dengan mengacu ketentuan, memaksimalkan pemasangan banner, spanduk serta baliho yang berisi himbauan  kepada pelaku perjalanan, memaksimalkan Giat 3 T  di posko PPKM dan piket posko Bhabinkamtibmas pendataan pelaku perjalanan untuk pengawasan.

Turut hadir dalam rapat koordinasi virtual tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD. Dalam laporannya menyampaikan laporannya bahwa sampai dengan triwulan III tahun 2021, dari total sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 orang telah tervaksin  143.116.536 orang vaksin dosis 1 (68,72 %), 99.632.546 orang dosis 2 (47,84 %) dan 1.259.339 orang vaksin dosis 3 (0,50%). (Kr)

HUMAS DIY