Sri Sultan HB X Berikan Nama Jembatan Plasari Hubungkan Ngalang-Gading Gunungkidul

Wonosari(10/01/201)jogjaprov.go.id. – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Jembatan Plasari, yang terletak di antara Kecamatan Playen dan Gedangsari, Gunungkidul pada Kamis (10/01) siang. Selain jembatan sepanjang 100 meter yang terbentang di atas Sungai Oya tersebut, Ngarsa Dalem juga meninjau jalan Ngalang-Nguwot-Gading sepanjang 6  km yang nantinya akan membuka jalur lintas utara Kabupaten Gunungkidul, yakni dari jalur lintas Prambanan-Gayamharjo-Tawang-Ngalang-Plasari-Gading sepanjang 28 km sebagai jalur alternatif. Hadirnya akses infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi  kepadatan lalu lintas jalur Piyungan-Pathuk-Gading.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Ir. Hananto  Hadi Purnomo, M.Sc. melaporkan bahwa bahwa jalan dan jembatan ini dibangun sejak bulan Februari 2018 dengan anggaran sebesar Rp 81,4 miliar dari APBD dan Dana Keistimewaan DIY. Sementara untuk pengerjaannya sendiri terbagi dalam dua tahap yaitu tahap pertama pembangunan jalan dan jembatan Ngalang-Nguwot-Gading dengan panjang jalan 4 km. Berikutnya jembatan ditambah trotoar 1 meter di sisi kanan-kiri dan pembangunan jalan Ngalang-Nguwot-Gading sepanjang 2 km dengan nilai Rp 23,2 miliar.

Dibangunnya jalan dan jembatan baru tersebut untuk mendukung konektivitas antar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prambanan. Selain itu, infrastruktur ini juga diharapkan memicu pertumbuhan dan membangkitkan ekonomi di Kawasan Gunung Api Purba-KSPN Karst Gunungkidul, dan untuk meningkatkan aksebilitas yang dilalui (Prambanan-Pathuk-Gedangsari-Playen). Prasarana ini juga diharapkan mampu mengurai kepadatan Yogyakarta- Piyungan-Pathuk-Gading-Wonosari.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DIY karena perhatiannya yang besar  kepada masyarakat Gunungkidul. Dengan selesainya pembangunan jalan dan jembatan ini, Bupati Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat di sekitar jalan Ngalang-Nguwot-Gading untuk mengawasi putra-putrinya untuk tidak kebut-kebutan di jalan tersebut dan tidak membahayakan penggguna jalan lainnya.

Sedangkan Gubernur DIY menandaskan dengan selesainya pembangunan jalan alternatif ini selain dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar jalan, juga mengingatkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk segera membangun jaringan aliran listrik di kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul.  Gubernur DIY berharap, ketika matahari terbenam di sekitar pantai ada kegiatan aktivitas masyarakat sehingga wisatawan bisa menikmati suasana di pantai selatan Gunungkidul di waktu malam. Di pantai masih ada kehidupan, bukan ketika matahari terbenam sudah tidak ada lagi warung yang buka, seakan sudah tidak ada kehidupan karena listrik belum masuk.

Disamping itu, Sri Sultan HB X menghimbau dan mengajak pengelola warung di pinggir-pinggir pantai agar segera dibenahi dan ditata,. "Wisatawan datang ke pantai itu mau melihat pantai bukan melihat warung, karena warung terlalu dekat dengan pantai sehingga menghalangi pemandangan wisatawan yang mau melihat pantai. Ini harus segera ditata kembali",tandas Sultan.

Peresmian jalan dan jembatan  Plasari (PLAyen-GedangSARI ) ditandai dengan penandatanganan papan nama/prasasti serta pengguntingan untaian bunga di atas Jembatan Plasari bersama-sama Gubernur DIY,  Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto serta Bupati Gunungkidul Hj.Badingah.S.Sos dilanjutkan dengan peninjauan jembatan.(krn)

 HUMAS DIY