Potensi Bencana Alam

Selasa, 01 Juni 2010

Kondisi alam yang variatif menyebabkan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai potensi yang bervariasi pula, baik potensi sumberdaya maupun potensi bencana.

Secara fisiografis, bencana alam yang mengancam Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu bencana berasal dari Gunungapi Merapi, bencana longsorlahan dan erosi, dan bencana banjir. Bencana alam yang terjadi banyak menimbulkan kerugian materi maupun non materi. Potensi bencana tersebut secara fisiografis dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Bencana Alam Gunungapi Merapi


Keberadaan Gunungapi Merapi membawa berbagai dampak. Selain sebagai sumber penghasil material berupa sirtu (pasir dan batu) dan penyubur tanah, keberadaan Gunungapi Merapi merupakan salah satu aset wisata yang dapat menghasilkan devisa bagi daerah. Di sisi lain, keberadaan Gunungapi Merapi membawa dampak negatif berupa bencana alam. Berdasarkan intensitas dan jenis bahaya yang ditimbulkan, bahaya alami oleh aktivitas Gunungapi Merapi dibedakan menjadi:

  • Daerah terlarang (Forbidden Zone): merupakan daerah yang paling dekat dengan sumber bahaya dan mudah terlanda awan panas. Daerah ini harus dikosongkan. Luas daerah terpengaruh bencana alam Gunung Merapi seluas 749,3 Ha.

  • Daerah terlarang (Forbidden Zone): merupakan daerah yang paling dekat dengan sumber bahaya dan mudah terlanda awan panas. Daerah ini harus dikosongkan. Luas daerah terpengaruh bencana alam Gunung Merapi seluas 749,3 Ha.

  • Daerah bahaya II (Second danger zone): merupakan daerah yang berada di dalam atau di dekat lembah yang berhulu di puncak, dan yang dapat dilanda lahar hujan. Sebagian besar daerah bahaya ini berada di wilayah Kabupaten Sleman. Daerah bahaya II juga terdapat di Kota Yogyakarta.

2. Bencana Alam Longsor lahan dan Erosi


Bencana alam longsorlahan terjadi pada daerah yang berbukit dan bergunung. Longsorlahan terjadi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain topografi yang miring, kondisi geologis, curah hujan yang tinggi dan penggunaan lahan. Daerah rawan bencana longsorlahan banyak terdapat di wilayah Kabuten Kulonprogo dan wilayah Kabupaten Gunungkidul. Selain bencana longsorlahan, pada daerah yang bertopografi miring mengalami erosi. Baik longsorlahan maupun erosi biasanya terjadi pada musim hujan.

3. Bencana Alam Banjir


Dalam bencana alam banjir, pengertian banjir adalah terlampauinya tinggi muka air rerata sehingga air meluap keluar tanggul dan mengakibatkan kerugian ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung, akibat tergenangnya sarana dan prasarana ekonomi. Daerah yang berpotensi mengalami genangan (banjir) terdapat pada daerah dataran bagian selatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu dataran rendah muara Sungai Progo di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul.

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN