Press Tour Wartawan Kepatihan ke Semin, Gunungkidul

Tanggal Rilis :
Kamis, 14 September 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Nasuha
Lokasi :
Semin Gunungkidul

GUNUNGKIDUL (13/09/2017)Jogjaprov.go.id – Dalam rangka meningkatkan potensi yang dimiliki dari setiap daerah di wilayah DIY dengan cara mempublikasikannya lewat media, Humas DIY bersama wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik serta Medsos menyelenggarakan kegiatan Pers Tour ke wilayah Kabupaten GunungKidul.

Kepala Diskominfo Kabupaten Gunungkidul yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas, Drs. Prahasnu Ali Askar menyambut dengan baik rombongan dari Humas DIY yang diketuai Dra. Ec. Sukarmi,MM.

Sementara itu Dra. Ec. Sukarmi,MM menyampaikan tujuan membawa rombongan wartawan menuju Kabupaten Gunungkidul, untuk membantu mempromosikan hasil karya masyarakat baik UKM maupun hasil-hasil yang lain, melalui jejaring media, baik media cetak,elektronik dan sosmed, karena mereka ikut dalam rombongan.’’ tandasnya’’.

Rombongan mengawali kunjungan pada sebuah industri lampu antik “BAROKAH” yang berada di Desa Garotan, Bendung, Semin, Gunungkidul. Lampu antik dari daerah Semin ini sudah mulai diproduksi sejak tahun 1990 yang didirikan oleh bapak Roesman. Pada awal berdirinya home industri ini pemerintah khususnya Dinas Perindustrian tidak membantu dalam hal pemasaran, sehingga pemasaran saat itu hanya untuk masyarakat lokal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, industri ini bisa mengekspor hasil produksinya keluar negri seperti Malaysia, Yunani, dan Arab.

“Model lampu yang dibuat di home industri ini hanya membuat dengan bentuk klasik, namun jika ada konsumen yang menginginkan model lain industri ini siap untuk melayani. Proses pembuatan lampu antik ini juga masih menggunakan alat tradisional. Sedangkan bahan utama untuk pembuatan lampu antik adalah alumunium, karena ketersediaan bahan lebih mudah didapat serta anti karat dan ringan”, itulah penjelasan yang dikatakan oleh Jaenal Arifin sebagai generasi ke 2 dari usaha lampu antik ini.

Untuk karyawan yang bekerja di industri ini berasal dari tetangga sekitar dan keluarga sendiri, dengan jumlah sekitar 16 orang. Dalam waktu satu bulan industri ini bisa menghasilkan 300-350 set lampu dengan kisaran harga mulai dari 500 rb sampai 18 juta per set.

Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan mengunjungi petani bawang merah yang juga berada di Dusun Garotan. Petani bawang merah tersebut saat ini sedang persiapan untuk masa panen.

Petani bawang merah yang terkumpul pada Kelompok Tani Ngudi Mulya ini merupakan tahun pertama untuk budi daya bawang merah. “Dengan luas lahan kurang lebih 1 hektar nantinya bawang merah yang dihasilkan sekitar 8 ton.  Hasil panen ini nantinya akan dipasarkan di daerah Gunungkidul dan sekitarnya”, ungkap Sakina petani bawang merah.(rr/nng/ans)

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN