Provinsi Sumatera Barat Kunker ke Pemda DIY

Tanggal Rilis :
Selasa, 12 September 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
wijang
Lokasi :
Ops Room Dalem Ageng Kepatihan Yogyakarta

YOGYAKARTA (12/09/2017) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs. H. Nasrul Abit bersama rombongan melakukan kunjungan ke Pemda DIY, dalam rangka Hilirisasi produk unggulan daerah serta pembudayaan IPTEK, Selasa (12/09) dan disambut oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di nDalem Ageng, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

Kunjungan kerja ini dalam rangka untuk mengambil pelajaran tentang peningkatan ekonomi disektor UMKM dan IPTEK yang ada di Yogyakarta, guna meningkatkan pemberdayaan Sumber daya alam  yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur DIY dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X, menyampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak komoditas unggulan yang hampir seluruhnya dihasilkan oleh UMKM yang berbasis bahan baku lokal, terkait dengan hal itu strategi hilirisasi industri yang saat ini digencarkan Pemerintah sangat efektif untuk menciptakan keenomian dimasyarakat.

Hal yang sangat penting dalam keberhasilan IPTEK di bidang Pendidikan, yaitu dengan cara yang mudah dipahami dan menarik, maka adanya Gedung Peragaan IPTEK seperti Taman Pintar di DIY dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan IPTEK non sekolah, yang dapat memperkenalkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah kepada masyarakat.  

Selanjutnya, diskusi terkait dengan hilirisasi produk unggulan daerah serta pembudayaan IPTEK dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh segenap jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (ans)

HUMAS DIY

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN