Simposium ke 2 Perlindungan Infrastruktur Informasi Kritis di Indonesi

Tanggal Rilis :
Kamis, 10 Agustus 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Wijananrto
Lokasi :
Hotel Sahid Rich

Yogyakarta (10/08/2017) jogjaprov.go.id- Penyelenggara sistim Informasi wajib melindungi teknologi Informasi  dari serangan cyber. Segala ancaman dan insiden tersebut menyebabkan mutlak  dibutuhkan nya suatu keamanan informasi /cyber security untuk melindungi infomasi dan infrastruktur yang sangat vital/kritis.

Sejak tahun 2015 Kementrian Komunikasi Informatika bersama dengan berbagai institusi dari sektor strategis dan didukung penuh oleh pihak akademisi telah menyusun framework perlindungan informasi infrastructure bagi sector strategis nasional beserta identifikasi. Demikian Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan  dalam Pembukaan  2nd Symposium On Critical Information Infrastructure Protection In Indonesia pada Kamis (10/08) di Sahid Jaya Hotel Yogyakarta.

Sementara itu, Gubernur DIY yang diwakili oleh Sekda DIY , Drs. Sulistyo, SH, CN, MSi menyampaikan bahwa,  di abad informasi ini, di Indonesia telah terjadi lebih dari satu juta serangan setiap harinya terhadap keamanan informasi maupun internet, seperti  tindakan penyadapan transmisi yang terjadi antara satu pihak dengan pihak lain. Selain itu dapat menyebabkan tindakan yang mengakibatkan terjadinya pemutusan komunikasi antara dua pihak yang seharusnya berinteraksi, serta tindakan lain yang berpotensi  untuk  menghancurkan informasi.

Dikatakannya lebih lanjut bahwa, karena ancaman cyber tidak hanya membahayakan infrastructure serta informasi penting yang ada, namun  juga dapat mengancam kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan informasi. Karenanya diperlukan upaya mitigasi ancaman cyber yang tidak hanya sekedar rencana dan wacana. Kata kuncinya menurut Sulistyo adalah peningkatan kesadaran keamanan cyber pada semua komponen dan dukungan partisipasi masyarakat.

Symposium ke 2 tentang Perlindungan Infrastruktur Informasi Kritis Indonesia 2017 ini diikuti oleh 300 orang peserta baik dalam dan luar negeri.

Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut antara lain : Director for Cyber Polcy Australia; Deputy Counsellor on National Center of Incident Readiness and Strategy for Cybersecurity Jepang ; Good Practice CIIP serta ICS and IOT Security Nagoya Institute of Technology.

Humas DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN