Wagub DIY menerima Audensi dari KAHMI UII

Tanggal Rilis :
Selasa, 12 September 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Nasuha
Lokasi :
Gedhong Pare Anom Kepatihan Yogyakarta

 

YOGYAKARTA (12/09/2017) jogjaprov.go.id  - Wagub DIY menerima audiensi dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) UII, yang bertempat di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan pada Selasa (12/09).

Selain bersilaturahim, M. Natsir Sahib selaku ketua panitia dialog kebangsaan UII 2017 menyampaikan tujuan audiensi tersebut guna memohon kehadiran Wagub DIY dalam acara Dialog Kebangsaan KAHMI UII 2017, yang bertema Akar Berbangsa dan Bernegara dengan Semangat Kebinekaan  dan berkenan untuk memberi sambutan.

Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 dan 27 september 2017 yang bertempat di Auditoium Kahar Mudzakir kampus terpadu UII dengan sasaran utama asrama-asrama daerah yang ada di Yogyakarta.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah bagaimana bersinergi bersama generasi muda bangsa memperhatikan bangsa ini terutama pancasila dengan sub tema radikalisme dan tentunya bagaimana kebinekaan itu bisa di aplikatifkan.

Sukses atas acara yang diselengarakan, saya titip Jogja walaupun hanya dengan kesederhanaan dan semoga bisa menghasilkan sesuatu yang lebih membumi lagi, tandas Wagub DIY. Beliau juga menyampaikan perubahan itu yang membawa adalah yang muda. Tetap menjaga silaturahim . karena membina silaturahim inilah sebenarnya persoalan yang mendasar mengenai kebangsaan.

Rombongan yang berjumlah 6 orang ini berharap Wagub DIY bisa menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara tersebut. Panitia  mengundang juga Ibu Puan Maharani Mentri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Jendral Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph. (ac)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN