Pasar Keroncong Kotagede 2017

Tanggal Rilis :
Senin, 11 Desember 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
alh
Lokasi :
Pasar Kotagede

 

YOGYAKARTA. (09/12/2017) -jogjaprov.go.id- Pasar Keroncong Kotagede kembali digelar tahun ini tepatnya pada sabtu mslam (09/12) di Panggung Loring Pasar, panggung ini berlokasi di lor pasar (utara pasar) Kotagede yang menjadi panggung utama acara ini. Tahun ketiga event ini digelar dengan mengusung tema “Gotong Keroncong Bebarengan”, dan dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA  Paku Alam X. 

Event ini dijadikan media untuk mendekatkan kembali komunitas-komunitas keroncong. Ada tiga panggung yang disiapkan untuk para penikmat keroncong. Ketiga panggung tersebut antara lain: Panggung Loring Pasar, panggung ini berlokasi di lor pasar (utara pasar) Kotagede, panggung kedua terletak di halaman Pendopo Sopingen, dan panggung yang ketiga adalah Panggung Kajengan terletak halaman Pendopo Kajengan yang lebih tepatnya di kampung Trunojayan, Prenggan, Kotagede. Acara ini akan mulai dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Kepala Dinas Pariwisata Ir. Aris Riyanta, M.Si, dalam sambutanya menyampaikan Kotagede ini adalah salah satu kota yang terkenal Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kaya akan budayanya. Bahkan keroncong lahir dan berkembang di kota ini sejak abad ke-20. Kegiatan Pasar Keroncong Kotagede yang mengangkat tema Gotong Keroncong Bebarengan ini tidak hanya menampilkan orkes Mendayu dan dan jadi kelanggenan orang tua, tetapi juga orkes keroncong anak muda. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mendorong, menjadikan Kotagede Yogyakarta semakin dikenal oleh wisatawan Domestik maupun Mancanegara.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA  Paku Alam X, dalam sambutanya sangat mengapresiasi kepada panitia Pasar Keroncong Kotagede dan berteri makasih telah bisa menyelenggarakan yang ke tiga pada tahun 2017 ini, demikian juga kepada para pelaku seni terutama keroncong. Wakil Gubernur DIY juga sangat berterimakasih karena apapun yang terjadi Keroncong tetap bisa eksis dan berharap Keroncong kedepanya menjadi lebih baik, serta ada penggiat musik keroncong dari generasi muda, karena biasanya keroncong identik untuk orang tua.(san)

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN